“Lebih jauh lagi, pada masa Engels menulis Dialectics of Nature-nya, ilmu-ilmu fisika kelihatannya telah mulai menolak pandangan mekanistik dan mulai mendekat pada ide tentang perkembangan historis alam. Engels menyebut tiga penemuan mendasar: energi dan hukum-hukum yang mengatur transformasi kualitatifnya, sel sebagai penyusun dasar kehidupan, dan penemuan Darwin atas evolusi spesies. Engels sampai pada kesimpulan bahwa pandangan atas dunia yang statis sudah mati.”
Terhadap interpretasi yang subjektif atas waktu, sang penulis menyimpulkan:
“Waktu mengalir searah, dari masa silam ke masa depan. Kita tidak dapat merekayasa waktu, kita tidak dapat menempuh perjalanan ke masa silam.”
Relativitas dan Lubang Hitam
Dalam pandangan Einstein, tidak seperti Newton, gravitasi mempengaruhi waktu karena ia mempengaruhi cahaya. Jika kita dapat membayangkan sebuah partikel cahaya yang mengapung di tepi sebuah lubang hitam, ia akan mengapung di sana tanpa batas, tidak maju tapi juga tidak mundur, tidak mendapat tambahan energi atau kehilangan energi. Dalam keadaan seperti itu, kita dapat mengatakan “waktu berhenti”. Inilah argumen dari kaum relativis penganjur lubang hitam dan segala properti yang dikandungnya. Kesimpulan utama dari semua ini adalah bahwa bila segala gerak berhenti, maka tidak akan ada perubahan keadaan maupun kedudukan, dan dengan demikian tidak akan ada waktu. Situasi seperti ini katanya terjadi tepat di tepi sebuah lubang hitam. Namun ini adalah interpretasi yang sangatlah spekulatif dan mistis terhadap sebuah fenomena, yang keberadaannya sendiri belumlah terbukti.
Semua materi hadir dalam keadaan bergerak dan berubah terus-menerus.Yang ingin dikatakan di atas adalah bahwa jika materi dan gerak dilenyapkan, waktu juga akan lenyap; pernyataan yang sebenarnya adalah tautologi sempurna. Ini seperti mengatakan – jika tidak ada materi, maka tidak akan ada materi; atau jika tidak ada waktu maka tidak akan ada waktu. Kedua pernyataan itu bermakna sama. Anehnya, kita telah mencari dengan sia-sia dalam teori relativitas satu definisi tentang apa itu waktu dan ruang. Einstein sendiri kelihatannya kesulitan menerangkan hal ini. Walau demikian, ia telah hampir sampai ke sana ketika ia menjelaskan perbedaan antara geometrinya dengan geometri klasik Euclid. Ia mengatakan bahwa kita dapat membayangkan sebuah alam semesta di mana ruang tidak melengkung sama sekali, tapi ruang itu tidak akan berisi materi. Pernyataan ini jelas mengarah ke arah yang benar. Setelah semua keributan mengenai lubang hitam, Anda mungkin masih akan terkejut bahwa persoalan ini sama sekali tidak pernah disebutkan oleh Einstein. Ia bersandar pada pendekatan yang ketat, yang terutama didasarkan pada matematika yang rumit, dan membuat prediksi yang dapat dibuktikan melalui pengamatan dan percobaan. Fisika lubang hitam, yang tidak memiliki satu pun data empirik yang jelas, memiliki sifat yang sangat spekulatif.
Sekalipun sukses, teori relativitas umum masih bisa terbukti keliru. Tidak seperti relativitas khusus, eksperimen yang telah dilakukan berdasarkan teori ini masih sedikit sekali. Tidak ada bukti yang meyakinkan tentang teori ini, sekalipun sampai saat ini belum ada konflik antara teori dengan fakta-fakta yang teramati. Bahkan bukan tidak mungkin kalau pernyataan dari teori relativitas khusus, yakni bahwa tidak adayang bisa melebihi kecepatan cahaya, dapat terbukti keliru di masa depan.
Teori-teori relativitas yang lain telah diajukan, contohnya, oleh Robert Dicke. Teori Dicke meramalkan penyimpangan orbit bulan beberapa kaki ke arah matahari. Dengan menggunakan teknologi laser yang maju, observatorium McDonald di Texas tidak dapat menemukan penyimpangan ini. Walau demikian, tidak ada alasan untuk menganggap bahwa persoalannya telah selesai sampai di sini. Sejauh ini, teori Einstein telah dibuktikan oleh berbagai eksperimen. Tapi penyelidikan terus-menerus terhadap kondisi-kondisi ekstrem cepat atau lambat akan menemukan fenomena-fenomena yang tidak dapat dijelaskan oleh persamaan-persamaan Einstein, dan ini akan membuka jalan untuk penemuan-penemuan besar yang baru. Teori relativitas tidak mungkin merupakan akhir cerita, sama seperti teori mekanika Newton, teori elektromagnet Maxwell dan teori-teori lain sebelumnya.
