BPS Lembata Tepis Isu Rekrut Mitra Diam Diam Untuk Sensus Ekonomi 2026

Pihak BPS sampai kewalahan dalam melakukan seleksi administrasi wawancara sampai tes tertulis.

LEWOLEBA – USAI peluncuran Sensus Ekonomi 2026 adan Pusat Statistik Kabupaten Lembata langsung diterpa isu tidak transparan dalam merekrut Mitra.

Publik menilai perekrutan Mitra untuk sensus ekonomi 2026 dilakukan tertutup dan tidak terbuka. Bahkan terkesan tiba tiba.

Penilaian ini ditepis Kepala BPS Lembata, Muhamad Sukin, ketika dimintai tanggapan oleh wartawan di Lembata, 15 Juni 2026.

Sukin menjelaskan pihaknya tidak pernah menutupi informasi terkait perekrutan Mitra ubruk sensus ekonomi 2026.

“Kami lakukan pengumuman secara terbuka di media sosial sejak awal bulan Mei. Dan itu bisa diakses oleh siapapun. Bahkan semua persyaratan sudah kami sampaikan. Pengumuman ke publik untuk registrasi Mitra sejak tanggal 8-11 Mei 2026”, ungkap Sukin.

Secara terbuka Sukin mengungkapkan, setelah dilakukan pengumuman, sebanyak 300 peserta yang mendaftar menjadi Mitra dari kebutuhan 60 an mitra tambahan.

Pihak BPS sampai kewalahan dalam melakukan seleksi administrasi wawancara sampai tes tertulis.

Anehnya menurut Sukin, ada peserta yang saya dilakukan tes mode online mereka mengerjakan soal menggunaka  chat GPT sehingga nilainya bagus bagus, sayangnya saat dilakukan wawancara dan ulang secara offline atau manual peserta tersebut tidak bisa mengerjakan soal.

“Itu saja kami kewalahan. Total kebutuhan 168 petugas. Mitra lama yang didahulukan karena sudah ada Pakta integritas sejak tahun 2025. Ada calon Mitra yang nilai bagus ternyata mengerjakan soal gunakan chat GPT. Dan saat sebelum wawancara kita lakukan tes ulang dengan meminta kerjakan soal matematika dasar baru ketahuan tidak bisa kerja”, jelas Sukin.

Selain itu perekrutan Mitra kali ini juga dilakukan untuk melakukan kegiatan survey angkatan kerja di bulan Agustus nanti.

“Selain rekrut untuk sensus ekonomi saja. Maka ada surevy lain yaitu survey sakrenas yang sama sama jalan di bulan Agustus juga. Ada juga Mitra cadangan. Satu Mitra cadangan masing masing kecamatan. Jadi kita sudah sangat transparan”, ungkap Sukin.

Saat sebanyak 168 Mitra yang digandeng BPS Lembata untuk melakukan pendataan sensus ekonomi 2026 dengan teknik geo tracking sehingga Mitra tidak bisa mengarang data.

Untuk itu Sukin meminta dukungan masyarakat agar sensus ekonomi kali ini berjalan dengan  baik.

Sensus Ekonomi Resmi Dimulai, Wabup Nasir Minta Mitra dan Masyarakat Jujur soal Data

Didampingi Kapolres, Kajari, kepala BPS Muhamad Sukin, SST, M.Stat, Wabup Lembata Memukul Gong Tandai Pencanangan Sensus ekonomi 2026

Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Lembata dengan memukul gong dan menyematkan atribut kepada petugas sensus, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ballroom olimpic kota Lewoleba tersebut turut didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lembata, Muhamad Sukin, SST, M.Stat serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah, dan petugas sensus. Tercatat sekitar 240 peserta mengikuti acara pencanangan tersebut.

Dalam laporan panitia disampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986.

Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Selain itu, sensus juga diharapkan mampu menggalang dukungan pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat, serta menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pembacaan Deklarasi Dukungan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Lembata yang menyatakan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan sensus secara bertanggung jawab demi tersedianya data ekonomi yang akurat dan terpercaya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir menegaskan, data merupakan fondasi utama dalam setiap perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, kami menyampaikan apresiasi atas momentum penting ini dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi. Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.

Menurut Nasir, data yang akurat sangat diperlukan untuk mewujudkan visi Lembata yang maju dan berdaya saing. Tanpa data yang valid, proses perencanaan ibarat berjalan dalam kegelapan.

“Data adalah dasar dari segala kebijakan. Tanpa data, perencanaan pembangunan seperti berjalan dalam kegelapan. Melalui pemutakhiran data ekonomi, kita dapat menyusun program-program yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Lembata memiliki potensi besar yang perlu didukung dengan ketersediaan data yang akurat agar mampu menarik investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pembangunan ekonomi daerah.

Karena itu, Nasir mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas. Saya juga meminta seluruh jajaran pemerintah memberikan dukungan maksimal demi suksesnya sensus ini,” tegasnya.+++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *