LEWOLEBA – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., secara resmi membuka Lokakarya Kesehatan Jiwa yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Klinik Renceng Mose serta International Network for Cooperation in Mental Health (INCMH) Jerman, bertempat di Aula Koperasi Bakti Husada, Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan masyarakat dalam memberikan pelayanan, perawatan, serta rehabilitasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Lembata. Lokakarya juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem layanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kesehatan secara menyeluruh.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Lembata, dr. Bernad Y. B, Bupati Kanis menekankan masyarakat yang sehat secara mental akan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam beraktivitas, bekerja, belajar, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kesehatan jiwa tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, bermartabat, dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Klinik Renceng Mose, serta International Network for Cooperation in Mental Health dari Jerman atas kemitraan yang telah terjalin dalam mendukung penguatan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Lembata.
Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, pendampingan, serta rehabilitasi bagi penyandang gangguan jiwa.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh peserta lokakarya untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan menyusun langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di lapangan.
“Melalui lokakarya ini, saya berharap lahir berbagai gagasan, strategi, dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Lembata. Mari kita bangun kepedulian bersama agar tidak ada lagi stigma terhadap penyandang gangguan jiwa, melainkan hadir semangat untuk mendampingi, melayani, dan memulihkan mereka,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan, perwakilan puskesmas, rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang kesehatan dan pelayanan sosial.
Diharapkan, hasil lokakarya ini dapat menjadi dasar penguatan program kesehatan jiwa di Kabupaten Lembata sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas, humanis, dan berkesinambungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Bernad Y. B mengungkapkan pihaknya menyambut baik niat arahan Bupati Lembata untuk menghadirkan Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Klinik Renceng Mose serta International Network for Cooperation in Mental Health (INCMH) Jerman di Kabupaten Lembata.
Bahkan menurut dr. Bernad Psikiatri Prof. Dr. Wolfgang Krahl, dr. Nora Krahl dokter spesialis saraf, Pater. Agen SVD. Br. Philips, BC, Hani dari Yayasan Kumala, pusat rehabilitasi ODGJ pun sudah menyampaikan niat baik memberikan dukungan.+++
Prokompim.Pemkab.Lembata
