Teori relativitas umum berfungsi menjelaskan setidaknya satu gejala yang tidak dapat dijelaskan oleh teori klasik Newton. Semakin planet Merkurius mendekati titik terdekatnya dengan matahari, orbit putarannya menunjukkan satu ketidakteraturan yang aneh, yang dahulu dikatakan disebabkan oleh gangguan yang disebabkan oleh gravitasi planet lain. Walau demikian, bahkan ketika gangguan ini diperhitungkan, hal itu tetap tidak dapat menjelaskan keadaan ini. Penyimpangan orbit Merkurius di dekat matahari (pada titik “perihelion”-nya) sangatlah kecil, tapi cukup untuk mengganggu perhitungan para astronom. Teori relativitas Einstein meramalkan bahwa perihelion dari segala benda langit yang berputar harus memiliki sebuah gerak di luar yang dicakup oleh hukum-hukum Newton. Hal ini terbukti tepat bagi Merkurius, dan setelah itu juga untuk Venus.
Ia juga memprediksikan bahwa medan gravitasi akan melengkungkan berkas cahaya. Maka, klaimnya, seberkas cahaya yang melintas dekat permukaan matahari akan dilengkungkan dengan sudut 1,75 arc-detik. Di tahun 1919, sebuah pengamatan terhadap gerhana matahari membuktikan bahwa hal ini benar terjadi. Teori Einstein yang gemilang itu telah dibuktikan benar dalam praktek. Ia sanggup menjelaskan pergeseran dalam posisi bintang-bintang yang dekat dengan matahari melalui pelengkungan terhadap berkas sinar mereka, dan juga gerak tidak teratur dari planet Merkurius, yang tidak dapat dihitung dengan menggunakan teori-teori Newton.
Newton menjabarkan hukum-hukum yang mengatur pergerakan benda-benda, menurut teori ini kekuatan tarikan gravitasi tergantung pada massanya. Ia juga menegaskan bahwa segala gaya yang dikenakan pada satu benda akan menghasilkan percepatan yang berbanding terbalik dengan massa benda tersebut. Resistensi terhadap percepatan ini disebut inersia. Semua massa diukur atau melalui efek gravitasinya atau efek inersianya. Pengamatan langsung telah menunjukkan bahwa massa inersia dan massa gravitasional adalah identik, dengan penyimpangan sebesar satu per satu triliun. Einstein memulai teorinya tentang relativitas umum dengan menganggap bahwa massa inersia dan massa gravitasional adalah persis setara, karena keduanya pada hakikatnya adalah hal yang sama.
Bintang-bintang yang nampaknya tidak bergerak itu sesungguhnya bergerak dengan kecepatan maha dahsyat. Persamaan kosmis Einstein di tahun 1917 mengimplikasikan bahwa alam semesta itu sendiri tidaklah tetap, tidak bergeming sepanjang segala abad, tapi dapat mengembang. Galaksi-galaksi bergerak menjauh dari kita dengan kecepatan sekitar 700 mil per detik [± 1120 km per detik]. Bintang-bintang dan galaksi-galaksi terus berubah, lahir dan mati. Seluruh alam semesta adalah arena raksasa di mana drama kelahiran dan kematian bintang-bintang dan galaksi-galaksi dimainkan di seluruh sudutnya sepanjang segala waktu. Ini adalah kejadian yang benar-benar revolusioner! Galaksi-galaksi yang meledak, supernova, benturan-benturan dahsyat antar bintang, lubang hitam dengan densitas miliaran kali dari matahari kita yang dengan rakus menelan bulat-bulat bintang-bintang lain. Imajinasi para penyair tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan segala kedahsyatan ini.
Hubungan Antar Benda-benda
Banyak konsep murni bersifat kualitatif dalam hakikatnya. Misalnya, jika kita diminta mengatakan apakah sebuah jalan berada di sisi kiri atau kanan dari sebuah rumah, mustahil untuk memberi jawaban. Jawabannya akan tergantung pada arah mana yang ditempuh oleh orang yang bergerak relatif terhadap rumah tersebut. Di sisi lain, kita dapat bicara tentang tepi kanan dari sebuah sungai, karena aliran sungai menentukan arah dari sungai tersebut. Mirip dengan itu, kita dapat mengatakan bahwa mobil berjalan di sebelah kiri (setidaknya di Inggris!) karena pergerakan dari sebuah mobil memilih salah satu dari dua kemungkinan arah sepanjang jalan itu. Dalam semua contoh ini, walau demikian, konsep tentang “kiri” dan “kanan” terbukti relatif, karena mereka hanya mendapatkan maknanya sesuai dengan arah yang menjadi patokan untuk menentukan makna mereka.
