di hamparan pasir pantai sanur
diantara jejak kaki pelancong
di suatu masa
mata kita bertemu
kafe kafe berdiri angkuh
tegak mengukur bayangan kita
entah dimana
saat tangis menjelma tawa
tapi bukan sekarang
celoteh penjaja makanan
menjamu segala kerinduan
yang pernah kita simpan dengan rapat
menjadi bunga dalam mimpi tiap malam
tapi perahu berlayar.dan tak kembali
mengeram mimpi mimpi
dan membuang sauh pada pantai pantai yang berbeda
lalu kita kehabisan cerita
ah..kopi telah lama mengental
lidah ombak menerka ingatan
ada yang menyelinap dan lenyap
lindap pada buih yang kandas
widyastuti