Pelacur dan Secangkir Kopi

Secangkir kopi larut dalam gelap.
Bersama pelacur tua di sudut kota tua.
Saat cinta ada diantara selangkang ,
tak satupun dari mereka peduli
matahari menangis sepanjang siang .
secangkir kopi larut dalam gelap
menyisakan ampas yang menyayat
menggelinding pedih
melewati bibir
menikam sumsum
mencakar akal budi
lalu terdampar di ranjang- ranjang  berdebu
secangkir kopi larut dalam gelap
bersama pelacur tua di sudut kota tua
menanti matahari
yang bersinar lembut melewati pori
mendaki nurani
barangkali masih ada cinta tersisa ?
5 November 2013 pukul 11:55
widyastuti

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *