SULUH NUSA, LEMBATA – KEPALA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lembata, Aloys Muli Kedang mengajak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani proyek pekerjaan jalan di Lembata yang menggunakan Dana PEN agar bungkus pakaian dan ke penjara.
Warning Kadis PUPR, Muli Kedang ini disampaikan dengan lantang dan tegas dihadapan anggota komisi II DPRD Lembata dalam sidang dengar pendapat di Kantor DPRD Lembata, 12 Januari 2022.
Peringatan Mulia Kedang ini disampaikan karena merasa kecewa dengan PPK yang dinilai lalai dalam melaksanakan tugas terkait proyek jalan yang dikerjakan beberapa kontraktor menuai polemik dan direkomendasikan oleh Komisi II DPRD Lembata untuk di PHK.
“Dengar baik-baik teman-teman PPK karena jika tidak mau dengar apa yang saya sampaikan maka siap-siap bungkus pakaian kita ke penjara,” tegas Kadis Muli Kedang usai rapat kerja bersama Komisi II DPRD Lembata, Kamis (12/1/2023).
Mulia Kedang dihadapan anggota Komisi II DPRD menjelaskan pihaknya akan melihat kembali aturan sebelum melakukan PHK.
Menurut Kadis Muli Kedang, satu-satunya alasan sehingga kontraktor CV Mustika Budy direkomendasikan untuk di PHK hanya karena tidak memiliki peralatan pendikung seperti alat berat, kuari dan AMP.
Karena itu dirinya menegaskan agar para PPK yang terlibat mengurus semua proyek PEN di Lembata rutin melakukan pengawasan dan kontrol sewaktu proyek tersebut dikerjakan.
Dalam rapat kerja tersebut Komisi II DPRD Kabupaten Lembata mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lembata melakukan PHK terhadap kontraktor CV Mustika Budy karena dianggap curang dalam mengerjakan proyek PEN di Kota Lewoleba.
“Rekomendasi Komisi II lakukan PHK CV Mustika Budy,” kata Ketua Komisi II DPRD Lembata Piter Bala Wukak kepada wartawan usai rapat kerja pembahasan progres proyek PEN bersama Kadis PUPR, Pokja ULP, PPK dan Pengawas di Kantor DPRD Lembata, Kamis (12/1/2023).
Menurut Bala Wukak tekad Komisi II DPRD Lembata untuk memberhentikan CV Mustika Budy merupakan solusi tepat karena kontraktor dari perusahaan itu dianggap bermain curang.
Mewakili Komisi II, Bala Wukak juga merasa kalau kontraktor itu keras kepala, karena tidak mengikuti rekomendasi yang mereka keluarkan beberapa waktu lalu terkait pembongkaran agregat A di beberapa segmen di Kota Lewoleba yang dinilai tidak sesuai.
Hal ini, tambah Wukak merupakan itikad malas tahu yang dipertontonkan kontraktor terhadap tanggung jawab yang semestinya mereka dikerjakan.
“Dari Dinas PU dalam hal ini PPK juga angkat tangan, karena banyak hal dicurigai curang, makanya rekomendasi Komisi II lakukan PHK,” tegas PBW.
Tidak hanya itu, politisi partai Golkar Lembata ini juga mengungkapkan bahwa CV Mustika Budy tidak memiliki sejumlah fasilitas pendukung pekerjaan layaknya milik kontraktor lain yang mengerjakan proyek PEN di Lembata.
Sejumlah fasilitas itu sebut dia diantaranya, kuari penggilingan batu pecah, peralatan (alat berat) menghampar agregat, dan alat berat untuk hotmix termasuk peralatan produksi campuran aspal Asphalt Mixing Plant (AMP).
“Tidak punya peralatan, kemudian tidak punya kuari, hasil temuan kita di lapangan tidak ada aktivitas, dukungan hotmixnya dari Adonara-Waiwerang, dia tidak punya AMP disini karena urusan dengan pekerjaan ini urusan dengan suhu dan segala macam itu yang menjadi alasan mendasar,” ujar PBW.
Terhadap hal ini, kata PBW, rekomendasi Komisi II DPRD Lembata melakukan PHK terhadap kontraktor tersebut sudah tepat, lagi pula upaya tersebut bagi dia, merupakan gerakan untuk menyelamatkan uang rakyat.
“Kontraktor atau pihak ketiga kerja dengan penuh kecurangan, itu makanya, gerakan untuk menyelamatkan uang rakyat lebih baik di di PHK,” tandas PBW.
Berikut proyek pekerjaan jalan di Lembata yang menggunakan dana PEN tahun 2022
- Peningkatan Jalan Aramengi – Wowong (Segmen Peusawah – Wowong) Rp 4,8 Miliar.
- Peningkatan Jalan Hingalamamengi-Kalikur-Wairlang – Hadingmanuk (Segmen Walriang-Hadingmanuk) Rp 6 miliar.
- Peningkatan Jalan Sp. Meru – RS. Penyangga – Dolulolong (Segmen Sp. Meru-Stadion) Rp 1,5 miliar.
- Peningkatan Jalan Sp. Wallolong-Lamadale – Sp. Lodotodokowa ( Segmen Lodotodokowa-Lamadale) Rp 1,5 miliar.
- Peningkatan Jalan Sp.Lerahinga – Sp.Banitobo (Segmen Lerahinga – Banitobo-Lamalela) Rp 6 miliar.
- Peningkatan Jalan Lodotodokowa – Seranggorang – Balurebong – Sp. Nilanapo (Segmen Lodotodokowa – Balurebong) Rp 3,5 miliar.
- Peningkatan Jalan Pasakraja-Lamaau-Rlangbao-Laranwutun-Sp. Waiara (Segmen Sp. Walara – Watodiri – Jontona) Rp 4 miliar.
- Peningkatan Jalan Rlangbao-Dulitukan-Kollpadan-Pelabuhan Jetl-TJ. ## Bahagia-Pelabuhan Peti Kemas -Palilolon (Segmen Rlangbao -Kollpadan) Rp 9 miliar.
- Peningkatan Jalan Pasakraja-Lamaau-Rlangbao-Laranwutun-Sp. Walara (Segmen Polsubsektor lle Ape – Rlangbao) Rp 18 miliar.
- Peningkatan Jalan SDI Walkomo il – Lerek (Segmen Lusikawak – Kalikasa) Rp 23 miliar.
- Peningkatan Jalan Sp. Lima Wangatoa-Puor-Sp. Watubuah (004) (Segmen Belame-Puor-Watobuah) Rp 17 miliar.
- Peningkatan Jalan Sp. Lima Wangatoa-Puor-Sp. Watubuah (004) (Segmen Walkomo-Belang- Belame) Rp 35 miliar.
- Peningkatan Jalan Lodotodokowa-Atakowa Rp 1,5 miliar.
- Peningkatan Jalan Tapobaran – Lodoblolong-Nilanapo – Bean – Tobotani – Hading Manuk Rp 12 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Bandar Udara Wunopito Lewoleba – CWC – Sp. Latsitarda (Segmen CWC-Latsitarda) Rp 1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Bandar Udara Wunopito Lewoleba – Pasar Lewoleba (Segmen: Samping Timur SMU PGRI – Pasar LEWOLEBA) Rp 1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata (Barat Kantor Pol PP) -Kantor DISDUKCAPIL-Terminal Timur Rp 1,6 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Dalam Kawasan RSUD Lewoleba Rp 500 juta lebih.
- Peningkatan Jalan Rmh Bpk (Alm) Gaspar Djerandut-Sp. Latsitarda Rp 900 juta lebih.
- Peningkatan Jalan Lingkungan Samping Timur Gereja Lamahora (Lanjutan) Rp 240 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata – BKPSDM-Kantor SAMSAT Rp 522 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Kantor POL PP-Kantor CAPIL Rp 458 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata/ NSC – Bandara Rp 700 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata – Gereja Lamahora Rp 890 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Pasar Timur – Depan Gereja Lamahora -Belakang RSUD-PLN-Sp Trans Lembata (1.014) (Segmen Gereja Lamahora-Rujab-belakang Kantor Bupati) Rp 5,3 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan SDI Waikomo 1 – Pasar Lewoleba Rp 11 miliar lebih.
- Peningkatan jalan simpang lima Wangatoa – Gereja Wangatoa – Lasitarda Rp 1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Kantor Lurah Selandoro – Gereja Wangatoa Rp 864 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Poloama- SDN Wangatoa Rp 626 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata – Bengkel Aluminium – Pekuburan Wangatoa – Lingkar Selatan (Segmen Latsitarda – Pekuburan Wangatoa) Rp 972 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata – SMPN 4 – SMAK St.Yakobus Lamahora – Lingkar Selatan Rp 2,3 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Samping Rm. Bpk Yance Manuk menuju Lasitarda Rp 1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Sp.Trans Lembata-SDN Wangatoa-Sp. Lasitarda Rp 1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata – Bpk. Aldin Rauf Rp 500 juta.
- Peningkatan Jalan Sp. Trans Lembata – Hj. Sitl – Kantor Kir-Masjid Agung Rp 750 juta.
- Peningkatan Jalan Samping Gereja Solavide menuju Lasitarda Rp 1,1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Sp.Trans Lembata- Samping Polres- Masjid Agung Rp 1,5 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Rmh Bpk Sinyo Kaona – Depan Radlo Kalong Menuju Rmh Bpk Paskalls Lasar Rp 1,6 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan samping Kantor Telkom – Jembatan Komak I (Segmen: Perempatan ANKARA- Jembatan KOMAK I) Rp 900 juta.
- Peningkatan Jalan Belakang SMP St. Plus-Pertigaan Bidan Isabela Rp 632 juta.
- Peningkatan Jalan Bluwa – Pasar PADA (Segmen: Samping SDI Walkomo I-SMEA KAWULA KARYA) Rp 2,5 miliar lebih
- Peningkatan Jalan Rmh. Frans Borglas-Pekuburan Walkomo – Pasar Pada Rp 2,1 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Blara CIY-PLN – Panti Asuhan – Pekuburan Kolikleteng-Lingkar Selatan Rp 4,3 miliar.
- Peningkatan Jalan Samping Timur Taman Swaolsa Tite – Kor Baha – Sp. SMAN 2 Lewoleba (Segmen : Lanjutan SDK 2 Lewoleba – SMA 2 Lewoleba) Rp 5,4 miliar lebih. Rp 1,8 miliar lebih.
- Peningkatan jalan Sp Lima Wangatoa – Puor – Sp. Watubuah (Segmen: RS. Damlan – Jembatan Walkomo, Lanjutan) Rp 1,8 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan SDI Waikomo II – Lerek (Segmen SDI Walkomo II – Sp. Lusikawak) Rp 4,8 miliar lebih.
- Peningkatan Jalan Sengsara – Trans Atadel Rp 2,4 miliar.
- Peningkatan Jalan Sp. Ktr Kejaksaan Negerl Lewoleba – SMK Kelautan Rp 872 juta.
- Peningkatan Jalan Trans Lembata – Pekuburan Katholik – Kantor Kir Rp 630 juta.
- Peningkatan Jalan Toko Sumber Rejeki – Gua Maria Walakeam – Sp. Lasitarda-SMAN 2 Rp 5,5 miliar lebih. +++sandrowangak
