MEDIA WLN – Rituak adat pesta kacang di Kecamatan Ile Ape Timur atau dalam Bahasa setempat Weru One, Uta Weru, tetap dilaksanakan. Ritual adat yang selenggarakan tiap tahun dalam bulan September sampai Oktober ini dimulai sejak tanggal 24 September 2020 dengan ritual sewe nuku.
Hal ini disampaikahn oleh Gabriel Emi Pureklolon, sebagai Atamukin Lewuhala di kampung adat Lewuhala , 23 September 2020 usai ritual perlindungan kampung halaman dari mara bahaya dan penyakit termasuk corona.
Emi menjelaskan, ritual adat Lewuhala yang melibatkan 80-an suku yang tersebar du tiga kecamatan yakni, Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan tidaki bisa ditunda. Walau dunia sedang dilanda pandemi Corona, ritual tetap dilakasnakan dengan protocol kesehatan yang ketat.
Lebih jauh Emi menjelaskan, berdasarkan kesepakatan bersama pemerintah Kabupaten yang diwakili Pemerintah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, penyelenggaraan ritual pesta kacang ini dilaksanakan dengan protap Covid dan melibatkan semua tenaga kesehatan di dua kecamatan.
“Posko kesehatan sudah didirikan. Semua bidan desa dan tenaga kesehatan di dua Puskesmas yakni Lamau dan Waipukang akan dilibatkan. Ini kesepakatan bersama antara semua kepala desa, camat dan pemangku adat,” ungkap Emi.
Hal ini dibenarkan oleh Yakobus Asan Keluli, Pemangku Adat Lewuhala, bahwa pesta kacang tahun ini tetap dilaksanakan seperti biasa walau ada pengurangan orang.
Pengurangan orang yang dimaksudkan bukan berarti mengurangi urutan ritual adatnya. Semua ritual tetap dilaksanakan dan diawali dengan ritual liku liwu-ritual perlindungan kampung halaman dari malapetaka penyakit termasuk corona.
Sementara itu Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Ola, S.Sos, dalam kesepakatan bersama menegaskan Anak Anak SD, Bayi Balita, Jompo dan yang sedang sakit tidak diperkenan untuk berada di lokasi kegiatan Pesta Kacang di Kampung Adat Lewuhala , lereng Ile Ape.
“Semua peserta kegiatan wajib mengikuti protocol kesehatan, yakni memakai masker, cuci tangan dan mengukur suhu tubuh,” ungkap Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Ola.
Usai ritual sewe nuku hari ini, 24 September 2020 Pemgaku Adat Lewuhala, Suku Pureklolon, sebagai Atamukin, ritual akan dilanjutkan dengan ritual tuka kiwa lega kenaka, tanggal 28 September 2020 dan lua wata tanggal 29 September 2020. ***
ama.kewaman








