suluhnusa.com_Peranan infrastruktur Pertanian dalam pembangunan pertanian semakin strategis dan penting, hal ini sangat berkaitan dengan upaya pencapaian sasaran program khususnya program peningkatan nilai tambah.
Infrastruktur Pertanian khususnya Jalan Usaha Tani merupakan salah satu komponen dalam subsistem hulu yang diharapkan dapat mendukung subsistem Jalan Usaha Tani, subsistem pengolahan dan subsistem pemasaran hasil pertanian (tanaman pangan, holtikultura perkebunan dan peternakan).
Pada saat ini banyak lokasi lahan pertanian belum mempunyai/ terdapat Jalan Usaha Tani yang memadai sehingga dapat menghambat masyarakat tani dalam berusaha dilahannya.
Didalam UU No. 38 Tahun 2004 tentang jalan terdapat Klosul jalan khususnya yaitu jalan yang pembangunan dan pembinaannya merupakan tanggung jawab departemen terkait. Sehubungan dengan itu Jalan Usaha tani di kategorikan jalan khusus sehingga pembinaannya menjadi tanggung jawab Departemen Pertanian.
Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) membantu pengembangan jalan usaha tani di Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur-Kabupaten Lembata-Provinsi NTT.
dan pemerintah Daerh Kabupaten Lembata menyambut baiuk program ini dengan menurunkan tim survey Jalan Usaha Tani di Desa Todanara. Tim ini tediri berbagai unsure bersama Dinas Pertanian Kabupaten Lembata.
Jalan ini dibangun oleh Pemerintah Pusat bersama masyarakat di Desa Todanara melalui kelompok Tani Titen. Kelompok Tani ini beranggotakan sekitar 20 warga desa Todanara. Mereka bergotong royong bersama pemerintah Kabupaten membangun jalan Usaha tani ini sebgai bentuk kepedulian akan program revitalisasi pertanian.
Bantuan ini diberikan kepada kelompok Tani Titen, sebgai bentuk perhatian pemerintah Kabuoaten Lembata kepada masyarakat petani. Ketua kelompok Tai Titen, Fransiskus Boli pun mengucapkan terimakasih atas kepedulian pemerintah kabupaten Lembata tersebut.
Sebab, jalan usaha Tani tersebut merupkan hal terpenting dalam meningaktkan kesejahteran petani.
Dengan dibukanya jalan Usaha Tani ini memudahkan petani Desa Todanara untuk mengangkut hasil pertanian dari kebun ke desa dan selanjutnya dijual ke kota untuk meningkatkan kesjahteraan.
“Selama ini, hasil petanian dari kebun kami pikul saja. Sekarang sudah ada jalan sehingga kami tidak perlu pikul lagi. Kami bias angkut hasil pertanian dengan kendaraan rods dua,” jelas Boli.
Dan Jalan yang dibangun pada tahun anggaran 2014 ini sangat bermanfaat, bukan saja untuk anggota Kelompok Tani Titen tetapi bermanfaat untuk seluruh Petani di Desa Todanara, termsuk petani di desa tetangga, Jontona dan Watodiri.(vinsenkerong/sultanaligeroda)












