Gotong Royong itu Jejk Nenek Moyang, Jangan Lupa

suluhnusa.com_Hal ini diungkapkan oleh Bupati Alor, Drs. Amon Djobo pada kegiatan pencanangan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BB-GRM) ke 11, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 42 dan Hari Keluarga ke 21 tingkat Kabupaten Alor di Kabir, ibu kota Kecamatan Pantar, Selasa, 13 Mei 2014.

Disampaikan oleh Djobo bahwa dewasa ini sikap kegotongroyongan dalam masyarakat semakin menipis. Hal ini menurutnya disebabkan karena menigkatnya sikap individualistis, makin kompetitif, serta kehidupan yang cenderung lebih menonjolkan persaingan dari pada kebersamaan.

“Kita harus jujur bahwa nilai nilai itu cenderung hilang karena arus globalisasi dan informasi yang begitu pesat berkembang” ungkapnya.

Untuk itu pada kesempatan tersebut Djobo meminta kepada masyarakat agar kembali mengadopsi nilai – nilai luhur yang telah ditanamkan oleh leluhur sebelumnya yakni semangat kegotongroyongan.

“Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Hari Kesatuan Gerak PKK dan Hari Keluarga merupakan upaya nyata memperteguh komitmen pada suatu tujuan, untuk benar – benar serius mengupayakan perbaikan kesejahteraan keluarga, peningkatan keswadayaan dan peran serta keluarga dan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari – hari” tegas Djobo.

“Mulailah dari apa yang dimiliki, bekerja keras, bahu membahu, bangkit dan berdirilah di kaki sendiri” ungkap Djobo sembari mengajak masyarakat untuk mensukseskan  program Gema Mandiri.

Gotong royong menurut Djobo merupakan sebuah nilai, norma dan tradisi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat dan menjadi bagian dari sistem nilai budaya bangsa.

Kepada pengurus PKK, Djobo mendorong agar terus melakukan 10 program pokok PKK sehingga dapat menciptakan generasi yang sehat.

“Kedepan, saya ingin melihat gerakan PKK lebih berperan lagi, menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program pemerintahb di bidang kesehatan, pendidikan, dan program kesejahteraan rakyat di tingkat masyarakat sebagai akar rumput dalam pelaksanaan pembangunan di desa dan kelurahan. (iwan kamaleng).

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *