Kesenian Mengolah Hati Dan Pikiran

suluhnusa.com_Spirit seni bagi perubahan. Itulah tema yang diangkat pada momentum pergelaran festival seni dan pertunjukan Kabupaten Flores Timur (Flotim) tahun 2015.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flotim dilangsungkan di Taman Kota kelurahan Lokea Kota Larantuka Kamis (30 s/d 31 Juli 2015)

Ada dua belas (12) sekolah SMA/ SMK dari dua puluh tujuh (27) Sekolah SMA/SMK se- Kabupaten Flotim terlibat dalam kegiatan ini. Kedua belas sekolah itu diantaranya SMA Seminari Hokeng, SMK Sura Dewa, SMA Negeri 1 Adonara Barat, SMAK Frateran Podor, MAL Bara’h, SMAN 1 Tanjung Bunga, SMK.ST. Fransiskus, SMAN 1 Adonara Timur, SMK Teluk Hading, SMAK St. Darius, SMA Solor Selatan, SMK Lamaholot Lewoloba.

Hadir pada kegiatan itu, Wakil Bupati Flotim, Kadis Pariwisata Flotim, Asisten II Setda Flotim,Pimpinan SKPD, dan Forkompinda Kabupaten Flotim.

Ketua Panitia Matilda K. Wungubelen, menyampaikan tujuan kegiatan Festival seni dan pertunjukan diantaranya, membuka ruang kreasi berbasis budaya kepada generasi muda, membuka khazanah seni dan budaya di Flotim, meningkatkan kreasi seni dari siswa – siswi, mendorong minat minat generasi muda menghargai seni pertunjukan seni didaerahnya.

Tujuan lain dari festival Seni dan pertunjukan, kata Matilda mengangkat identitas budaya Flotim, membangun solidaritas, juga sebagai media bersama dalam promosi kreasi siswa.

“Kami berharap, semoga kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana”, ungkap Maltida.

Wakil Bupati Flotim Valentinus Tukan dalam sambutan pembukaannya menyampaikan Keseniaan hanyalah sebagian dari kebudayaan. Budaya memiliki sekian banyak kandungan nilai, olehnya perlu mendapat perlindungan untuk kemajuan manusia di Bumi Lamaholot.

“Lamaholot kaya akan seni dan budaya. Kekayaan budaya yang beragam ini patut dimanfaatkan untuk hal – hal yang positif. Era globalisasi saat ini telah mengerogoti budaya kita. Kaum muda saat ini akrab dengan sekian tawaran ilmu pengetahuan dan teknologi, yang jika tidak selektif akan memberikan dampak yang negatif”, tegas Tukan.

Kegiatan festival seni dan pertunjukan, bagi Wakil Bupati merupakan kegiatan yang penting.

Kegiatan ini sangat penting. Perlu dilestarikan. Kita berharap, semoga kegiatan yang ada rutin dilakukan, dan pada tahunh – tahun yang akan datang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan seperti ini menjadi wadah mengali budaya daerah agar tetap hidup, tumbuh dan berkembang dan tidak sekedar menjadi ajang berkompetensi dan mencari kejuaraan, tetapi ajang ini dapat menjadi media pemersatu.

“Keseniaan mengolah hati dan pikiran, dan menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan membanggakan”, kata Tukan.

Festival yang diselenggarakan selama dua hari ini mempertunjukan seni, drama, teater, musik dan tarian dari masing- masing sekolah.Enam sekolah, tampil pada malam pertama Kamis (30/7) SMA Seminari Hokeng dengan ceritra (sepotong kisah di Negeri Seribu Nubanara), SMK Sura Dewa (Perang Pedang), SMAN 1 Adonara Barat (Lewo Melah Ata Sare), SMAK Frateran Podor (Seni Tawa Soa Lado), M AL Bara’ah (Cinta Terlarang di ambang Tradisi), SMAN 1 Tanjung Bunga (Teater Latobi).

Sementara enam sekolah lainnya yang tampil pada hari kedua Jumad (31/7) SMK St. Fransiskus (Teater Besi Pare Nogo Ema), SMAN 1 Adonara Timur (Cinta terlarang Budaya), SMK Teluk Hading (Tarian Hedung Hama), SMAK St. Darius (Asal Mula nama Danau Asmara), SMA Solor Selatan (Drama Tina Le), SMK Lamaholot Lewoloba ( Tarian Pute Ture). (Maksimus Masan Kian)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *