suluhnusa.com_ Banyak warga sipil tak berdosa menjadi korban aksi brutal militer Israel.

suluhnusa.com_ Banyak warga sipil tak berdosa menjadi korban aksi brutal militer Israel.

Puluhan mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan ekstrakampus di Bali, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Denpasar dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Denpasar dan Gerakan Mahasiswa Nasinalis Indonesia (GMNIa) Cabang Denpasar, Jumat (11/7), turun ke jalan.

Mereka menggelar aksi solidaritas kemanusiaan bagi korban agresi militer membabi buta oleh Israel ke Gaza, Palestina. Dalam aksi yang digelar di perempatan Robinson, jalan Sudirman, Denpasar, itu dirangkai dengan penggalangan dana untuk para korban.

Para mahasiswa itu mengecam dan mengutuk keras agresi militer Israel yang menelan korban jiwa masyarakat sipil. Atas nama solidaritas kemanusiaan, mereka mendesak pembantaian terhadap warga Palestina itu harus segera dihentikan.

“Kami mengutuk keras agresi militer itu. Banyak warga sipil tak berdosa menjadi korban aksi brutal militer Israel,” kecam ketua PMKRI Cabang Denpasar Klemens Payong di sela-sela aksi itu berlangsung.

Oby, demikian ia biasa disapa, mengatakan solidaritas kemanusiaan internasional perlu segera disuarakan untuk menghentikan pembantaian warga sipil di Gaza.

PMKRI cabang Denpasar, kata dia, menepis penilaian konflik yang sedang terjadi di Palestina itu sebagai konflik agama antara Yahudi Israel dan Islam Palestina. Menurut dia, konflik berkepanjangan di sana hanya persoalan perebuatan wilayah kekuasaan.

“Solidaritas kemanusiaan untuk menghentikan aksi brutal itu harus dilakukan oleh semua komponen masyarakat internasional tanpa mempertimbangkan latar belakanag agama. Kecaman dan desakan mengehrntikan agresi itu dilakukan di atas fondasi nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Senada dengan Oby, ketua HMI cabang Denpasar Aulia Akbar Palungan, mengatakan solidaritas kemanusiaan untuk menghentikan agresi militer Israel itu harus mengenyampingkan solidarita atas nama agama.

Aulia meminta seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk tidak memandang konflik itu sebagai konflik agama. Karena itu, dalam aksi yang digelar itu, HMI, kata dia, menggalang dukungan komponen masyarakat dari umat beragama lain untuk bersama-sama menyerukan kutukan dan desakan menghentikan agresi militer itu.

“Tidak ada konflik agama di Palestina. Di sana banyak saudara kita yang Yahudi, termasuk umat Kristiani. Kita harus menggalang solidaritas dan menyuarakan desakan menghentikan agresi tak berprikemanusiaan itu,” tegasnya.

Lebih Lanjut Aulia mengatakan pada kasi itu mereka juga menggalang dana dari masyarakat untuk membantu korban akibat agresi militer itu. Dana yang terkumpul itu akan disalurkan ke rekenening relawan kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Comitee) Indonesia.

“Selain seruan keras mengutuk agresi militer itu, kami juga menggalang dana untuk para korban di sana. Itu salah satu langkah nyata solidaritas kemanusiaan yang kami lakukan,” pungkas Aulia. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *