Mantan Aktivis GMNI Dukung Listyo Sigit Jadi Kapolri

Suluh Nusa, Kupang – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menetapkan Kabareskrim Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Azis.

Presiden Jokowi sudah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) terkait nama calon Kapolri baru kepada DPR RI pekan lalu. Dengan demikian, DPR RI akan memproses pelaksanaan mekansime dalam melaksanakan persetujuan atas calon tunggal Kapolri yaitu Komjen Listyo Sigit.

Penetapan Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri sontak menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan Presiden Jokowi tersebut. Selain tidak ada tandingan, sosok Listyo yang terbilang muda juga menjadi perbincangan berbagai kalangan.

Salah satu datang dari Tokoh Muda NTT, Safrudin A. Mansur S.H, yang menyampaikan bahwa pencalonan Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri harus didukung penuh semua pihak tanpa terkecuali internal Polri itu sendiri.

Menurutnya, Komjen Polisi Sigit Prabowo mempunyai rekam jejak yang luar biasa. Beliau pernah menjadi Kapolesta Solo pada 2011, ajudan Presiden Jokowi pada 2014, juga menjadi Kapolda Banten pada 2017 dan sekarang menjabat sebagai Kepala Bareskrim Polri.

Mantan aktivis GMNI Cabang Kupang ini juga mengharapkan bahwa semoga proses Fit dan Propoer Test yang akan dilakukan oleh Komisi III DPR RI bisa berjalan dengan baik dan tidak ada tendensi terhadap latar belakang agama yang dianut oleh Komjen Polisi Sigit Prabowo itu sendiri. Selain itu, diharapkan bahwa nantinya, jangan ada Conflict Of Interest di dalam tubuh Polri karena kita semua tau Komjen Polisi Sigit Prabowo melewati beberapa angkatan diatasnya untuk mencapai posisi tertinggi pada Korps Bayangkara Polri, tuturnya.

“Menurut saya, keterpilihan Komjen Polisi Sigit Prabowo menunjukan Indonesia yang Berbineka Tunggal Ika, sehingga saya mengharapkan kita semua mendukungnya”, ungkapnya.

Listyo Sigit merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Dalam catatan Bisnis, jenderal bintang tiga itu banyak bertugas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Pada 2009, dia pernah menjabat sebagai Kapolres Pati dan kemudian menjadi Kapolres Sukoharjo. Listyo juga tercatat sebagai Wakapoltabes Semarang pada 2010 lalu.

Pada tahun 2011, Listyo mendapat promosi dan bertugas sebagai Kapolres Surakarta atau Solo. Kebetulan pada saat itu, Wali Kota Solo dijabat oleh Joko Widodo. Selama bertugas di Solo, Listyo tercatat pernah menangani satu kasus menonjol yakni bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Solo. Peristiwa tersebut, menewaskan pelaku dan melukai 9 orang yang berada di sekitar gereja.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Kajian Nawacita (LKN) Samsul Hadi mengatakan bahwa pencalonan Listyo Sigit melambangkan dan menyampaikan sejumlah pesan moral kenegaraan dan pernyataan kultural kebangsaan. Hal ini mengacu pada latar belakang Listyo yang beragama Nasrani.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Ma’arif menilai Listyo merupakan sosok yang ideal dan tepat untuk jadi kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Azis. Pasalnya, Listyo memiliki hubungan yang baik dengan semua kalangan tanpa membeda-bedakan. ***(yohan.edangwala/SN/weeklyline media network)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *