Pesan Natal Dari Pantai Kuta

suluhnusa.com_Ini pertama kali di Pantai Kuta. Ada yang berbeda dari biasanya. Bebrapa pohon natal berdiri indah di antara turis yang berjemuran. Uniknya, pohon natal di pantai Kuta ini terbuat dari kaleng.

Natal dan Tahun baru di Pantai Kuta selalu berbeda memberi kesan glamour. Setiap malam natal dan tahun baru langit pantai Kuta selalu dihisi keindahan kembang api. Ada pesta kembang api menjelang natal dan pergantian tahun.

2013, malam natal dan tahun baru bukan saja dilalui dengan pesta kembang api saja, tetapi juga ada keindahan pohon natal yang berdiri megah di tengah Pantai Kuta.

Pesona pohon natal di Pantai Kuta itu menyita pehatian pengunjung di sana. Baik malam dan siang hari. Banyak turis yang mengabadikan pohon natal itu. Uniknya, pohon natal itu bukan terbuat dari barang bekas. Tetapi terbuat dari kaleng yang dipabrik khusus untuk membnuat pohon natal.

Adalah perusahaan minuman keras San Miguel, Anker dan Stout yang memiliki ide ini. Pohon natal dari kaleng. Bukan kaleng bekas tetapi kaleng yang masih baru. Baru dari pabrik yang didatangkan dari Bekasi.

Hary, salah seorang perancang yang didatangkan khusus dari Jombang, bersama 11 temannya kepada suluhnusa.com, 5 Desember 2013, di Pantai Kuta mengungkapkan, dirinya bersama teman-teman diminta khusus untuk datang ke Bali membuat pohon natal itu.

Pohon natal tersebut dibuat sebanyak lima  buah. Dua buah dipantai dekat Discovery Plaza dan tiga lainnya di Dekat Roso Vivo. Satu pohon natal tingginya berkiasar 10 meter , membutuhkan 5000 – 6000 kaleng.

Menurut Harry, kaleng tersebut bukan kaleng bekas, tetapi kaleng baru dari pabrik, dan disinyalir dibuat hanya untuk merancang pohon natal karena kalengnya lebih tipis dari biasanya.

Proses pembuatan lima pohon natal di Pantai Kuta ini, memakan waktu selama sebulan. Menurut Harry, untuk tahun ini hanya lima buah pohon natal. “karena ini baru pertama kali dibuat di Pantai Kuta, maka cukup ;lima saja. Nanti tahun depan bisa saja ada pohon natal berjejer di sepanjang pantai Kuta.

Menariknya Harry mengatakan, dirinya merasa bangga dipercaya membuat Pohon natal sebagai bentuk toleransi terhadap umat Katolik yang akan merayakan natal. 

Istimewanya, dirinya berasal dari Jombang-Kota Santri, dipercaya membuat pohon Natal di ‘kampung Hindu-Kuta, Bali’-benar-benar bangga. Pesona pohon natal di pantai Kuta, membawa pesan, toleransi antar umat beragama di Indnesia harus terus mempersona. (sandro wangak)

4 Comments

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *