Belajar Surfing bersama Sinterklas

suluhnusa.com_Jelang natal dan tahun baru, santa Klaus akan hadir di mana-mana. di Bali, Santa murah hati, berjenggot putih panjang ini hadir di pantai kuta untuk memberikan pelajaran surfing juga jumping bungy di pantai Double Six. Seruh memang.  

Beragam cara dilakukan orang untuk menyambut hari raya Natal. Dari segala persiapan pernak-pernik yang dipasang di sudut rumah hingga menyiapkan pohon Natal. Namun ada yang unik di Pantai Kuta, Bali. Perkumpulan Odysseys Surf School menggelar surfing di Pantai Kuta. Uniknya, mereka memakai seragam khas Sinterklas.

Baju berwarna merah lengkap dengan topi, kumis dan jenggot menjadi pelengkap perkumpulan ini menggelar surfing di Pantai Kuta. Tak hanya sekedar surfing, mereka juga mengajari anak-anak dari sebuah yayasan belajar surfing. Pengunjung Pantai Kuta yang ingin mengenal olahraga air ini dapat secara gratis belajar dengan mereka.

Perwakilan Odysseys Surf School , RR Mulyono menjelaskan, surfing ala Sinterklas di Pantai Kuta hampir tiap tahun digelar perkumpulannya. Baginya, hal itu adalah cara untuk menyambut tahun baru Natal. “Kami menggelar Sinterklas surfing ini tiap tahun. Tentu ini dalam rangka menyambut Natal,” jelas Mulyono, Sabtu, 21 Desember 2013.

Mulyono menjelaskan, surfing dengan menggunakan seragam Sinterklas bukan tanpa kesulitan. Seragam yang berat menjadi kendala tersendiri ketika di berjibaku di dalam air laut. “Biasanya kita surfing bertelanjang dada. Tapi sekarang menggunakan seragam Sinterklas, tentu sangat sulit bergerak di dalam air, karena berat lantaran seragam terisi air. Tapi demi menyambut Natal dan menghibur pengunjung, tak apalah,” kata dia.

Kadek, seorang pengunjung, mengaku senang dapat diajari surfing oleh Sinterklas. “Senang diajari Sinterklas main surfing. Sulit seh, tapi senang aja,” kata dia

Juga Jumping bersama Santa Klaus di Pantai Double Six

Di Pantai Double Six Kuta Bali, sebuah tempat wisata menyediakan layanan atraksi Bungy Jumping bersama Santa Claus.

Patricia, seorang wisatawan asing wanita asal Denmark, merupakan salah satu wisatawan asing yang ingin mencoba sensasi bungy jumping bersama Santa Claus. Sebelum naik ke puncak menara bungy jumping, ia diwajibkan untuk melakukan timbang badan dan mengenakan alat pengaman tubuh atau body harness.

Usai ditimbang dan mengenakan body harness, Patricia pun diajak naik ke puncak menara setinggi 40 meter. Di puncak menara, telah menunggu seorang petugas berkostum Santa Claus, yang akan diajak untuk tendem Bungy Jumping.

Patricia dan Santa Claus kemudian memakai peralatan Bungy Jumping lainnya. Setelah semua peralatan Bungy Jumping dan alat pengaman diperiksa kelengkapannya, Patricia pun melakukan lompatan tendem Bungy Jumping bersama Santa Claus dari Pantai Double Six.

“Ini merupakan pengalaman yang menyenangkan. Saya tidak pernah menyangka bisa Bungy Jumping bersama Santa Claus,” ujar Patricia.

“Layanan Bungy Jumping bersama Santa Klaus ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dibanding atraksi Bungy Jumping pada umumnya. Yang membedakan hanya kostum Santa Claus yang digunakan oleh staff Bungy Jumping di puncak menara,” jelas Theresia, pengelola Bungy Jumping Kuta.

Untuk bisa menikmati layanan tendem Bungy Jumping bersama Santa Claus, setiap pengunjung dikenakan biaya sekitar Rp 1,9 juta.Dan jika pengunjung ingin terjun sendiri dengan mengenakan kostum Santa Claus, dikenakan biaya Rp 1 juta untuk satu kali lompatan.

Meski relatif mahal, paket Bungy Jumping bersama Santa Claus ini cukup banyak peminatnya. Paket Bungy Jumping bersama Santa ini hanya tersedia selama empat hari mulai tanggal 23 hingga 27 Desember. (sandro wangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *