Kolaborasi Empat Kampus Dimulai, GENTASKIN Resmi Bergerak Bangun Desa di Kecamatan ABAD

GENTASKIN bukan sekadar program Kuliah Kerja Nyata, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat

KALABAHI – Pemerintah Kabupaten Alor secara resmi melepas 99 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Lobi Kantor Bupati Alor, Kamis (9/7/2026).

Pelepasan peserta dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., yang mewakili Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH., MH.

Dalam sambutannya, Sekda Alor Melkisedek Belly menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, LLDIKTI Wilayah XV, Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh perguruan tinggi yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Alor sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program GENTASKIN.

Menurutnya, GENTASKIN bukan sekadar program Kuliah Kerja Nyata, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang mempertemukan dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat.

“GENTASKIN bukan hanya program KKN tematik, tetapi merupakan gerakan kolaboratif yang menghubungkan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat pembangunan manusia melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Sekda juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sebagai sekadar kewajiban akademik, melainkan momentum untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

“Mahasiswa yang mengikuti KKN GENTASKIN tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi harus menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, semangat pengabdian, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan di desa,” tegas Melkisedek Belly.

Ia menambahkan bahwa selama menjalankan pengabdian, para mahasiswa diharapkan hidup bersama masyarakat, belajar bersama masyarakat, dan bekerja bersama masyarakat sebagai mitra pembangunan desa.

“Hari ini saya melepas saudara-saudara bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi membawa amanah sebagai mitra pembangunan. Tinggallah bersama masyarakat, belajarlah bersama masyarakat, dan bekerjalah bersama masyarakat demi kemajuan desa,” pesannya.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Program GENTASKIN dari perwakilan mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi kepada Pemerintah Kabupaten Alor. Selanjutnya, bendera tersebut diserahkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Alor kepada perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKN Tematik GENTASKIN di Kabupaten Alor.

Dengan dimulainya Program GENTASKIN, Pemerintah Kabupaten Alor berharap kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi mampu melahirkan inovasi serta solusi yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya di Kecamatan Alor Barat Daya (Abad).

Sebelumnya Ketua Pelaksana Program, Jhon I. Molina, M.Kom., singkatnya mengatakan program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat desa, serta penguatan nilai-nilai inklusivitas sebagai bagian dari percepatan pembangunan manusia di Nusa Tenggara Timur.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut melibatkan 99 mahasiswa bersama para dosen pendamping dari Universitas Muhammadiyah Malang, STIKES Maranatha Kupang, STIKIP Muhammadiyah Kalabahi, dan Universitas Tribuana Kalabahi.

Kegiatan KKN Tematik GENTASKIN akan berlangsung selama hampir dua bulan, mulai 9 Juli hingga 31 Agustus 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Kecamatan Alor Barat Daya yang mencakup Desa Pailelang, Desa Pintu Mas, Desa Probur, Desa Probur Utara, dan Desa Halerman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor Usman Plaikar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi dari perguruan tinggi peserta, serta tamu undangan lainnya.+++


j.k


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *