APARAT: ‘Pak Hasan, Dimanakah Hati Nuranimu?

Saatnya PT TOM Menaikan Harga Diri Masyarakat


SULUH NUSA, LEMBAGA – DUKUNGAN anggota DPRD Lembata, Hasan Baha terhadap investasi kerang mutiara di Teluk Lewoleba mendapat nilai negatif dari berbagai pihak. Bahkan mereka menilai, dukungan anggota DPRD Lembata yang menamakan diri sebagai DPRD Perwakilan Wilayah Tanjung Kecamatan Ile Ape ini sebagai bentuk kematian hati nurani.

Aktivis Aliansi Peduli Masyarakat Tanjung (Aparat), Ruslan Lamahoda, kepada SuluhNusa.Com, 27 Maret 2024 malam menilai Hasan Baha yang menjabat anggota DPRD Lembata selama tiga periode sia sia belaka. Hasan dinilai tidak memberikan  kontribusi apa apa terhadap perubahan dan kemajuan di wilayah Tanjung, Kecamatan  Ile Ape.

Penilaian ini disampaikan Ruslan menanggapi  pernyataan yang Hasan Baha  seperti yang dilansir kilatnews.com Rabu, (27 Matey 2024 dalam rapat paripurna DPRD Lembata.

Pada kesempatan itu Hasan berpendapat  nelayan di Teluk Lewoleba dan lima desa di wilayah Tanjung tidak memiliki modal yang cukup, tidak memiliki peralataan yang memadai. Ia menjelaskan Teluk Lewoleba selama ini hanya untuk menyulu, bekarang (cari siput). Karena itu, baiklah kalau ada investor yang memanfaatkan Teluk Lewoleba tersebut.

Pernyataan Hasan ini ditanggapi dengan pertanyaan reflektif oleh Ruslan, Lalu sejauh mana atensi Hasan terhadap para nelayan kecil Pak Hasan Baha?

“Tiga Periode Hasan Baha menjabat sebagai wakil rakyat dari daerah pesisir tidak nampak karya-karyamu juga. Apakah anda menjabat kurang lebih 3 periode jadi ADPRD pernah memainkan peran dalam politik anggaran untuk membantu nelayan berupa sampan atau alat tangkap yang memadai? Kan tidak sama skali. Kami menduga Anggota DPRD yang satu ini telah diboncengi pihak Investor untuk memuluskan niat Investor”, ungkap Ruslan.

Aktifis Aparay, Ruslan, yang pada aksi ANTL-APARAT jilid II sempat beradu mulut dengan penjabat Bupati Lembata Matheos Tan ini mengungkapkan sebagai anggota DPRD Hasan Baha mestinya merasa senasib sepenanggungan dengan rakyat, karena Hasan bagian dari rakyat.

“Seharusnya keberpihakan bapak terhadap nelayan. Apalagi bapak salah satu putra Lewoulun yg memiliki sebagian besar keluarga yang nota bene adalah nelayan kecil, sungguh bapak tidak punya nurani. Masih adalah hati nurani?”, tandas Ruslan, Kordum Aparat.

 

Saatnya PT TOM Menaikan Harga Diri Masyarakat

Sementara itu, Iran Lamabelawa anggota APARAT juga menyayangkan pernyataan  Hasan Baha, Wakil rakyat harus punya nurani.

“Jika wakil rakyat tidak punya kepekaan sosial, tidak punya sensitivitas Sosial, tidak punya rasa senasib sepenanggungan dengan rakyat,, maka apa yang mau diharap apa lagi, apa dibanggakan dari wakil rakyat seperti ini”, tegas Irfan.

Irfan lalu menyarankan Hasan Baha disisa waktu menjabat sebagai anggota DPRD Lembata, lebih sering reses ke wilayah pesisir Teluk Lewoleba.

“Sisa masa jabatan ini, rajinlah reses ke desa-desa nelayan, terkhusus di wilayah terdampak rencana investasi kerang mutiara untuk menggali keluh kesa masyarakat yang ada di desa kolipadan dan desa lainnya.Jika tidak punya referensi yang cukup untuk bicara tentang nasib rakyat, bapak jangan dengan seenaknya mengeluarkan pernyataan yang justru berpihak terhadap investor dan meresahkan warga”, tandas Irfan. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *