Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026

LEWOLEBA — Wakil Bupati Lembata, Haji Muhamad Nasir, S.Sos., didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP., membuka kegiatan Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tingkat Kabupaten Lembata Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) tersebut berlangsung di Aula Anton Enga Tifaona, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, pimpinan perangkat daerah, Ketua PERSAGI Kabupaten Lembata, para narasumber, PKB/PLKB, kader DASHAT, serta ahli gizi dari puskesmas dan desa se-Kabupaten Lembata.

Pelaksanaan kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader DASHAT dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, sekaligus melatih kemampuan pengolahan pangan lokal menjadi menu sehat, bergizi, dan seimbang guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Lembata.

Dalam laporan panitia disebutkan bahwa peserta kegiatan berjumlah 155 orang yang terdiri dari OPD KB Kabupaten, PKB/PLKB, kader DASHAT, serta tenaga ahli gizi dari puskesmas dan desa. Hadir sebagai narasumber antara lain Kepala DinsosP2KB Kabupaten Lembata, Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, Ketua PERSAGI Kabupaten Lembata, dan Analis Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DinsosP2KB Kabupaten Lembata.

Panitia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam berbagai regulasi nasional, termasuk Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Selain memberikan edukasi terkait pola makan sehat dan pemenuhan gizi keluarga, pelatihan ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan pangan sehat berbasis lokal dan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Kegiatan tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) BOKB Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata Haji Muhamad Nasir menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi merupakan persoalan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Berbicara tentang Indonesia Emas 2045, penanganan stunting adalah bagian dari fondasi menuju masa depan tersebut, termasuk masa depan Kabupaten Lembata. Stunting adalah bagian dari bagaimana kita membangun peradaban secara kolaboratif,” ujar Wakil Bupati.

Ia menjelaskan bahwa anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif lebih rendah, daya tahan tubuh yang lemah, serta produktivitas yang menurun ketika dewasa. Karena itu, penanganan stunting harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak di tengah masyarakat dalam memberikan pemahaman, pendampingan, serta praktik langsung terkait pemenuhan gizi keluarga.

Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat, tetapi juga mampu mengimplementasikan serta menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.

Ia juga mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi yang mudah diakses dan berkualitas, sekaligus memperkuat sektor pertanian lokal dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat. Edukasi berkelanjutan tentang pola asuh yang tepat, sanitasi yang baik, serta akses terhadap pangan bergizi menjadi kunci keberhasilan kita,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing demi memastikan anak-anak Lembata tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat besar dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi bebas stunting,” tutupnya.

Akhirnya, dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Leluhur Lewo Tanah Lembata, kegiatan Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) pada hari ini, Kamis, 7 Mei 2026, saya nyatakan dibuka secara resmi.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap para kader DASHAT dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu mewujudkan generasi Lembata yang sehat serta berkualitas.+++


prokompimPemKabLembata/firman.ama


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *