suluhnusa.com_ Mereka dengan bangga mengibarkan bendera Merahputih walau mereka tahu tiga warga dari kampong ini disandera pemberontak Abbusayaf
Desa Latonliwo berada disalah satu desa terpencil di ujung utara Tanjung Bunga, desa yang semakin di kenal dengan tersanderanya tiga warga Latonliwo oleh pemberontak Abbusayaf di negara tetangga.
Medan jalan yang berbopeng, sesekali menciutkan nyali anggota paskibra dan seluruh rombongan yang ikut dalam perjalanan itu. Namun menjadi kebanggaan tersendiri, pelajar SMP sekecamatan Tanjung Bunga di percayakan menjadi pasukan pengibar bendera pada perayaan kemerdekaan RI ke 71, tanggal 17 Agustus 2016 yang terpusat di desa Latonliwo.
Sebanyak 45 pelajar yang mewakili empat sekolah di wilayah Tanjung Bunga, yang terdiri atas, 11 siswa smpn 1 Tanjung Bunga, 15 siswa smpn 2 Tanjung Bunga, 10 siswa smpn 3 Tanjung bunga, dan 9 siswa smpn Satap Riangpuho.
Petronela Sulastri Kelen, siwa kelas IX, dari SMPN 3 Tanjung Bunga, yang bertugas membawa bendera merah putih, ketika dihubungi setelah pengibaran merah putih di desa Latonliwo, saya senang dan bangga, ketika saya ditunjuk oleh instruktur untuk membawa bendera. Saya berusaha semaksimal mungkin, supaya bisa mengangkat nama baik sekolah saya, tuturnya.
Kisah yang sama, juga dituturkan oleh Fabianus Tomeng Kelen, Komandan Pleton Paskibra, dari sekolah SMPN 2 Tanjung Bunga, saya bangga ketika saya di tunjuk menjadi Komandan Pleton Paskibra. Padahal menjadi Komandan pleton itu mempunyai tanggung jawab yang besar. Apa yang dibuat oleh teman teman, yang di panggil pertama adalah Danton (komandan pleton). Terimakasih kepada para instruktur yang telah melatih kami, sampai suksesnya pengibaran merah putih, di tanah kelahiran saya.
Kapospol Tanjung Bunga, Bripka Silverius Petrus Dias, membenarkan sebanyak 45 anggota paskibra yang telah diseleksi, dan dikarangtinakan selama tiga minggu, dua minggu di ibukota kecamatan Waiklibang, dan seminggu di desa Latonliwo. merekan dilatih ala semi militer. Menurutnya, walaupun mereka di latih dengan cara semi militer, tapi karena mereka adalah pelajar SMP, yang keinginannya adalah hanya bermain, maka ketegasan dari instruktur yang diutamakan. Dalam pelatihan tersebut Kapospol menerjunkan tiga orang instruktur Paspkibra. Dua pelatih dari Pospol Tanjung Bunga dan satu dari Babinsa Tanjung bunga kerja sama dengan Kodim 1624 Flotim.
Drs. Ramon Mandiri Piran, Camat Tanjung Bunga dalam Pidatonya, menyampaikan, untuk pertama kalinya upacara HUT kemerdekaan RI ke 71 ini di selenggarakan di Utara Tanjung Bunga, khususnya di desa Latonliwo.
Dan untuk pertama kalinya juga paskibra ini di percayakan kepada pelajar SMP seTanjung Bunga. Dimana secara keseluruhan upacara HUT kemerdekaan ini dinyatakan suskses. Dan berharap kedepannya perayaan HUT RI akan diselenggarakan di setiap desa se kecamatan Tanjung Bunga. Dan masih di percayakan kepada SMP sebagai Paskibra.
Jemmy Paun
