Kalau Hasil Mete Seperti Ini, Kami Pasrah Saja

suluhnusa.com_Kegagalan ini akibat dari anomali cuaca yang terjadi empat bulan belakangan ini.

Jambu mete yang menjadi andalan utama para petani di sejumlah Desa Kecamatan Tanjung Bunga dan Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur (FLOTIM) tahun 2015 nyaris tidak berbuah alias gagal panen.

kegagalan ini akibat dari anomali cuaca yang terjadi empat bulan belakangan ini.

Ketika mengamati di sepanjang jalan mulai dari Desa Riangkoli sampai dengan Desa Turubean Kecamatan Tanjung Bunga dan Desa Painapang sampai dengan Desa Sinar hading Kecamatan Lewolema jambu mete umumnya tidak berbuah banyak dan tampak bunga dari jambu mete hitam semua.

Martin Kelen saat bertemu di kebun miliknya, di Desa Waibao Kecamatan Tanjung Bunga Jumad, 11 Septembr 2015 menuturkan bahwa umumnya tahun ini hasil jambu mete di Desa Waibao dan di Desa sekitarnya gagal panen, nyaris tidak ada.

“Kalaupun berbuah juga tidak banyak. Seperti yang kita lihat sendiri pohon jambu mete hanya daunnya lebat, namun bunganya hitam sehingga tidak bisa berbuah lagi. Tahun kemarin bulan begini saya sudah bisa timbang sekitar dua ratusan kilo gram. Namun untuk tahun ini baru empat puluh kilo gram,” tuturnya.

Lanjut Martin di Desa Waibao umumnya para petani menggantungkan hidupnya dari hasil jambu mete karena daerahnya gersang cocok untuk mete saja.

Namun disaat hasil panen seperti ini petani sangat kesulitan. Hal ini membuat kita juga cari kerja tambahan untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga. Kalau kita hanya kerja di kebun dan mengharapkan mete saja berarti bisa-bisa kita satu kilogram beras juga kita tidak bisa beli,keluhnya.

Keluhan yang sama disampaikan Yakobus Sawa Ruron, saat di temui di kediamannya di Desa Painapang Kecamatan Lewolema, Sabtu 12 September 2015.

Ia mengatakan cuaca yang sering berubah-ubah, siang panas dan malam dingin ini membuat jambu mete tidak bisa berbuah dengan baik pada hal harga jambu mete gelondongan sekarang berkisar Rp.20.000 per Kg.

Bila hasil metenya baik maka petani juga tidak kesulitan.

“Hasil panen seperti ini kita sangat kesulitan sekali terutama dalam membiayai anak di bangkuh pendidikan,” keluh Yakobus yang mempunyai satu orang anak masih dibangku kuliah satu di SMA dan satu di SMP.

Lanjut Yakobus Ruron, Kebun saya sekitar dua Hektar namun hasil yang diperoleh belum memuaskan. Buah menteh yang biasanya bulan dua belas masih pilih namun sekarang buah yang jatuh tidak terlalu banyak lagi. Berkaitan dengan perubahan cuaca yang tak menentu ini ia juga bingung mengenai tanaman apa yang cocok untuk ditanam. “Kalau hasil mete sudah seperti ini kami pasrah saja,” keluhnya.***

Tobias Tobi Ruron.
Warga Desa Painapang,
Kecamatan Lewolem Kabupaten Flores Timur
082147728085

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *