TK Dominikus Sengsara Dimusim Hujan

suluhnusa.com_Anak anak belum mengerti kesehatan, mereka bermain dan melompat ke genangan air ini sambil berenang walaupun air itu tercampur lumpur.

Ungkapan bernada perihatin oleh pengelola TKK St. Dominikus Riangpuho, Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Sr. Maria Reineldis, OP akhir 2015 lalu.

Musim hujan seperti  bulan Desember membuat sekolah tersebut semakin sengsara. Halaman sekolah kami selalu digenangi oleh air dan lumpur akibat hujan. Anak anak seumuran TKK dan PAUD tak pernah mengerti akan kesehatan dan tak mengerti dengan penyakit. Mereka hanya tau bermain dan melompat ke genangan air ini sambil berenang walaupun air itu sudah tercampur dengan lumpur.

Lanjut Suster Reineldis, pihaknya sudah berusaha untuk melarang anak anak untuk tidak bermain hujan, apalagi berenang dilumpur. Namun namanya juga anak anak, semakin ditegur semakin tak mendengar. Dan langkah yang diambil oleh pihak sekolah dan pen gelolah yakni Susteran  Dominikan adalah dengan cara menyiapkan obat obatan berupa vitamin yang dapat diberikan setiap pagi, guna menjaga daya tahan tubuh anak.

Berbeda dengan suster pengelola. Kepala Tkk St. Dominikus Riangpuho, Elisabeth Naru Nitit ketika di wawancara oleh penulis, menjelaskan keadaan seperti ini sudah bertahun tahun.

“Kami sudah melakukan pendekatan terhadap Pemerintah Desa Waibao, untuk membantu kami agar lumpur ini tidak lagi menggenangi halaman sekolah kami, dengan maksud anak anak terhindar dari penyakit kulit bahkan terserang Malaria. Namun janji tinggal janji. Dan kami hanya berharap penuh kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur  dapat membantu untuk menghindari anak  anak dari penyakit,” tuturnya.

Orang tua siswa Tkk St. Dominikus, Aloysius Dopen Koten, membenarkan adanya genangan air di halaman sekolah. Dan orang tua siswa sudah membantu dengan membuat saluran air.

Namun karena saluran air lebih rendah dari halaman sekolah, ditambah dengan sempitnya saluran dan derasnya air mengalir maka air dapat menerobos ke halaman.

“Kami orang tua siap membantu melebarkan saluran pembuangan air. Namun ini butuh dana. Dan kami orang tua berharap Pemerintah bisa membantu kami dalam hal keuangan maupun material berupa semen,” tutup Alo Dopen.

Yeremias Lagadoni Paun.
Warga masyarakat Desa Waibao
Nomor hape: 082 145 777 653

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *