Astuti Membawa Pulang Dua Juta Setelah Lulus TKK

suluhnusa.com_Luar biasa, patut dibanggakan, bagaimana tidak, TKK St. Dominikus Riangpuho menyerahkan SKTB (Surat Keterangan Tamat Belajar), sebagai apresiasi kepada 44 siswa siswinya untuk melanjutkan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, 20 Juni 2016.

Dalam acara penyerahan SKTB tersebut, berbagai acara yang sangat kreatif dan atraktif yang ditunjukkan oleh Siswa siswi Tk St. Dominikus kepada tamu undangan dan orang tua, diantaranya; paduan suara Hymne guru, dan puisi untuk guru sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Elisabeth Naru Nitit, Kepala Sekolah Tkk st. Dominikus Riangpuho, dalam sambutannya, menyampaikan sebanyak 44 siswa telah melaksanakan Kurikulum 2013.

Dengan melaksanakan kurikulum 2013 berarti lembaga sekolah telah melaksanakan tujuan yakni anak dilatih untuk mandiri. Salah satu bukti nyata adalah menabung. Dengan menabung sejak usia dini, anak diajarkan untuk hidup hemat.

Alhasil selama dua tahun, tanpa terasa tabungan anak benar benar menggiurkan. Dengan jumlah tabungan yang terbanyak atas nama Astuti Purnama Sari dengan jumlah tabungan Rp 2.300.000. Anak dari Abdullah Bape dan Kamsiah Tete Lewar, dimana keseharian pekerjaan orang tuanya sebagai Nelayan.

Dan jumlah tabungan terbanyak kedua adalah Marko Ardianus Tung Lili dengan jumlah tabungan sebanyak Rp. 2.200.000. Anak dari seorang petani Apolonaris Tung Lili dan Getrudis Jawa Tukan.

Berbeda dengan itu, Pater Bernadus Boli Udjan,SVD yang sempat hadir, menyampaikan salah satu misi sekolah Katolik adalah menghasilkan “ata diken” (manusia yang baik). Luar biasa.

Membawa acara diatas panggung, menghafal lagu dan puisi yang begitu panjang, namun tidak ada satu kesalahanpun ketika berhadapan dengan orang tua. Menjadi ata diken apabila bisa bekerja sama dengan orang lain.

Kemudian Pater Bernadus Boli Udjan, SVD meminta anak anak untuk melakukan pemainan anak kampung yakni bom bong kawah dan lima lado. Nampak senyum gembira ketika anak anak secara sepontan melakukanya dengan baik bersama Pater.

“Dalam permainan ini, secara tidak langsung anak diajarkan untuk bekerja sama. Hasil pembelajaran inilah menjadikan “ata diken”, tutupnya.

Lain lagi, Sr. Maria Reineldis, OP, Pengelola TK St. Dominikus Riangpuho, mengharapkan setidaknya orang tua dan guru sekolah Dasar bisa melanjutkan apa yang telah anak anak dapatkan di bangku Tk. sebuah nilai pendidikan walaupun kelihatanya kecil namun kemudian memiliki dampak yang sangat besar. Paling tidak kejujuran dan disiplin yang telah di tanam sejak dini.

Disela sela waktu yang tersisa, Kabar NTT sedikit menggoda ibu dari Astuti Purnama Sari, Kamsiah Tete Lewar, sebagai seorang muslimah yang sedang berpuasa, mengatakan dengan dengan nada santai, menggunakan dialeg Lamahalanya yang kental; uang dari hasil tabungan ini, setidaknya kebutuhan anak di priosritaskan ketika anak masuk ke Sekolah Dasar, sambil menyisip kelebihan tersebut untuk kebutuhan di saat Lebaran. (Jemmy Paun)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *