suluhnusa.com_Makna Pasar sudah tentu merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan aktifitas jual beli, pasar juga selalu identik dengan areal kotor, bau serta kumuh karena dipenuhi tumpukan sampah.
Namun tidak disangka ternyata areal lapak pasar juga disulap menjadi lokasi belajar serta bermain anak usia dini. Hal ini dilakukan Albertina Ninef Pengelolah PAUD Matahari Kolhua bersama sejumlah rekannya sebagai pendidik mampu merubah fungsi pasar menjadi sekolah PAUD.
Kondisi ini memaksa Ninef dan rekan-rekannya untuk melakukan sesuatu demi menjawab akan kebutuhan pendidikan bagi puluhan anak usia dini di sekitar Pasar Tani perumahan BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang.
“Tidak ada pilihan tempat lain selain di lapak pasar ini sebab banyak anak usia dini disekitar pasar yang membutuhkan perhatian kita,” tandas Ninef.
PAUD Matahasi berawal dari kegiatan POSYANDU di kompleks pasar hingga berkembang menjadi sekolah PAUD.
Aktifitas PAUD Matahari dua tahun terakhir itu juga ternyata mendapat dukungan besar dari Pimpinan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, dengan pemberian ijin penyelenggaraan PAUD dengan memanfaatkan bilik pasar.
Termasuk dukungan dari Bunda Paud Kecamatan Maulafa Kota Kupang, serta pihak kelurahan serta PD Pasar sebagai pemilik bangunan.
Empat belas anak PAUD Matahari termasuk para orang tua serta undangan yang hadir. Karena saat itu dilangsungkan acara seremonial pelepasan untuk 14 orang anak boleh melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Dikatakan bermakna dan bersejarah karena hampir dua tahun terakhir di tempat itulah balasan anak usia 2 hingga 6 tahun menghabisi hari-harinya bersama mereka bermain, bernyani dan dilatih oleh tangan-tangan trampil para pendidik mempersiapkan mereka masuk ke jenjang SD.
Meskipun diareal pasar namun di hari pelepasan terkesan istimewah dari PAUD lain yang ada di Kecamatan Maulafa. Sebab hari pelepasan kala itu tidak saja dihadiri orang tua anak dan Wakil dari Dinas PPO, tetapi juga dihadiri langsung Bunda Paud Maulafa Nyonya Marice Tuan Loit, Kapolsek Maulafa Kompol Sriyani, Sekretaris Lurah Kolhua serta utusan Dinas PPO Yuliana Rande dan Goris Takene.
Dalam sambutan Bunda PAUD Kecamatan Maulafa mengatakan, anak pada umumnya merupakan tumpuan serta harapan bangsa. Karena itu pendidikan yang cukup bagi anak usia dini mesti menjadi perhatian semua elemen masyarakat.
Namun demikian menurut nyonya Marice pendidikan saja tidak cukup bagi anak usia dini, tetapi juga perlu ditunjang dengan hasupan gizi yang memadai sejak bayi nol bulan.
“Pendidikan saja tidak cukup, karena harus ditunjang juga dengan hasupan gizi yang cukup sejak bayi dalam kandungan atau nol bulan,” pinta nyonya Tuan Loit.
Sementara itu Kapolsek Maulafa Kompol Sriyani yang juga didaulat memberikan sambutan saat itu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengelolah serta pendidik PAUD Matahari Kolhua.
Karena meskipun aktifitas keseharian PAUD dilangsungkan di lapak Pasar dengan kondisi sara serta prasarana yang tidak memadai tetapi mampu menciptakan anak berkarakter baik serta mampu bersaing dengan PAUD di tempat lainnya di Kota Kupang.
Kapolsek Maulafa juga menghimbau segenap hadirin yang hadir termasuk masyarakat umum lainnya untuk menjaga anak dari hal negatif.
Dan ketika akan melakukan adopsi anak mesti masyarakat belajar dari kasus Angeline di Denpasr. Sehingga kasus serupa tidak terjadi kembali di wilayah hukum NTT khususnya di Kota Kupang.
Orang Tua Wajib Antar Anak Sekolah
Guna meningkatkan rasa kepedulian pendidikan anak, serta untuk lebih dilibatkan orang tua terhadap proses pendidikan anak di sekolah. Maka dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang akan mengeluarkan instruksi kepada orang tua untuk wajib mengantar anaknya ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru Juli 2015 ini.
Kepala Dinas PPO Kota Kupang Jerhans Ledoh di ruang kerjanya 13 Juli 2015 mengatakan, instruksi ini merupakan himbauan langsung Menteri Pendidikan RI Anies Baswedan.
“Ini kebijakan dari pak menteri untuk meningkatkan rasa kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak di sekolah, juga sebagai suatu gerkan moral bagi seluruh bangsa akan pentingnya pendidikan anak,” tandas Ledoh.
Dikatakannya, tak jarang banyak orang tua karena kesibukannya untuk mencari nafkah bagi keluarga sehingga banyak orang tua hanya menitipkan anak kepada pembantu bahkan jasa antar jemput ke sekolah. Hal ini menurut Ledoh bukan tidak perlu tetapi orang tua seluruh bangsa meskipun sesibuk apapun mesti melaungkan waktu satu hari bersama anak. Contoh kecilnya mengantar atau menjembut anak sekolah.
“Mesti ada satu gerakan moral dari orang tua untuk meluangkan waktu membantu anak tidak menitipkan pada pembantu atau jasa orang lain,” kata Ledoh.
Ledoh mengatakan, tidak dapat dipungkiri disinyalir banyak prostitusi online melalui dunia maya yang marak saat ini dan juga melibatkan anak usia sekolah, juga salah satu sebabnya karena orang tua kurang peduli terhadap anak.
Tidak salah satu sebabnya karena sendiri mesti memiliki hatu hari yang hanya menitipkan mengeluarkan instruksi kepada orang tua
Karena itu dunia pendidikan saat ini kata Ledoh akan gencar menggugah kesadaran bangsa tidak hanya orang tua tetapi, pendidik atau pihak sekolah dan pemerintah termasuk semua elemen masyarakat untuk bersama menaruh perhatikan akan pentingnya perhatian terhadap anak. Khusunya bagi anak usia sekolah, agar tidak terjerumus dengan hal yang negatif karena pengaruh lingkungan.
Sementara itu di tempat terpisah Ketua Dewan Pendidikan Kota Kupang, David Netta mengharapkan, guru di sekolah tidak saja mengajar untuk meningkatkan kemampuan anak secara akademik atau segi intelektual semata. Tetapi seorang guru juga perlu berlaku sebagai orang tua mendidik serta mengajar anak guna menanamkan mental anak yang lebih baik, agar bisa terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar.
“Guru mendidik anak bukan untuk mencari nilai atau angka semata, tapi guru mendidik anak di sekolah untuk mampu mencapai cita citanya dan mengubah wajah negeri ini untuk masa yang akan datang,” Kata Netta. (goris takene)
