KUPANG – Suara musik senam menggema di Aula Hotel Kristal, Kota Kupang, Jumat,22 Mei 2026.
Tepuk tangan para orang tua, sorak dukungan guru pendamping, hingga wajah-wajah ceria anak-anak PAUD menghadirkan suasana hangat sekaligus mengharukan dalam hari kedua Lomba Senam Anak Indonesia Hebat 2026.
Sedikitnya 53 satuan pendidikan anak usia dini tampil bergantian memperagakan gerakan senam dengan penuh semangat.
Meski masih berusia belia, anak-anak tampak percaya diri berdiri di hadapan ratusan penonton yang memenuhi aula kegiatan.
Sebagian peserta terlihat gugup saat memasuki arena lomba.
Namun dukungan guru dan orang tua membuat mereka kembali tersenyum dan melanjutkan gerakan senam hingga selesai.
Tidak sedikit pula penonton yang ikut bertepuk tangan mengikuti irama musik, menciptakan suasana meriah sepanjang kegiatan berlangsung.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Roos Dethan, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang pembentukan karakter anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini anak-anak belajar disiplin, percaya diri, bekerja sama, dan berani tampil di depan umum. Inilah bagian penting dari proses tumbuh kembang anak yang harus terus didukung,” ujarnya.
Menurut Roos, pelaksanaan lomba senam juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung semangat menghadirkan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa anak-anak memiliki hak untuk bermain, belajar, berekspresi, dan berkembang secara sehat serta bahagia,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak PAUD di Kota Kupang memiliki ruang kreatif untuk mengembangkan potensi mereka sejak dini.
Hal senada disampaikan Kepala TK Murniasih Bakunase Kota Kupang, Meri Petronela Malesai.
Ia menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman berharga bagi peserta didiknya.
“Anak-anak tidak hanya belajar senam, tetapi juga belajar tampil percaya diri dan menghargai teman-temannya. Kami melihat mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Meri, persiapan menuju lomba dilakukan selama beberapa minggu bersama guru dan orang tua. Meski melelahkan, proses latihan justru menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak.
“Ada anak yang awalnya malu-malu, tetapi setelah beberapa kali latihan akhirnya berani tampil. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pendidik,” katanya.
Di balik gerakan-gerakan sederhana yang ditampilkan di atas panggung, tersimpan perjuangan anak-anak usia dini untuk melawan rasa takut dan belajar percaya pada kemampuan diri sendiri.
Bagi sebagian orang tua, momen tersebut bahkan menjadi pengalaman emosional ketika melihat anak mereka berani tampil di depan publik untuk pertama kalinya.
Panitia menyebutkan, hari terakhir kegiatan nantinya akan diisi dengan evaluasi pelaksanaan lomba sekaligus penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik.
Namun lebih dari sekadar kemenangan, kegiatan itu diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan anak terhadap aktivitas sehat ini juga melibatkan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang.
Aula Hotel Kristal pun tidak sekadar menjadi arena perlombaan. Tempat itu berubah menjadi ruang tumbuh bagi generasi kecil Kota Kupang, anak-anak yang sedang belajar melangkah, bergerak, dan percaya diri menyongsong masa depan mereka menuju Hari Anak Nasional 2026.+++
goe
