SULUH NUSA, LEMBATA – Panggung politik pilkada Lembata jelang hati pencoblosan 27 November 2024 kian memanas.
Hitungan matematika politik dari enam paket calon yahh bertarung salah satu paket akan menang dengan selisih angka tipis.
Saat ini Partai Demokrat yang mengusung paket Manis, Marsianus Jawa dan Paskalis Laba Witak dikabarkan sedang digoyang dari dalam. Mereka menyuguhkan panggung drama politik yang memiliki kisah tiada duanya.
Terbaru, Demokrat Lembata sedang digoyang dari dalam. Keluarga besar partai yang berlambang Mercy ini tidak sedang baik baik saja.
Ihwalnya, Sekretaris DPC Demokrat Lembata, Kaizir Maha mengaku kecewa sembari menilai Ketua DPC Demokrat, Paskalis Laba Witak arogan.
Pasalnya menurut Kaizir dirinya tiba tiba dikeluarkan oleh Paskalis Laba Witak yang juga Calon Wakil Bupati Lembata mendampingi Marsianus Jawa ini mengeluarkan dirinya dari Group Demokrat Lembata.
“Saya tidak tau kesalahan saya apa. Kok sedemikian arogan Pa Ketua DPC Partai Demokrat tiba tiba mengeluarkan saya dari Group Demokrat Lembata? Masih jadi calon wakil bupati saja sudah arogan begini. Bgaimana nanti jadi wakil bupati? Seorang pemimpin kok arogan? “, ungkap Kaidir kepada SuluhNusa.com, 20 November 2024 pagi.
Kaizir meminta Pasklis Witak untuk menjelaskan ke publik alasan dirinya dikeluatkan dari group Demokrat Lembata. Selain dikeluarkan dari Group Demokrat Lembata, Kaizir juga mempertanyakan kapasitas Kalis sebagai pemimpin yang tidak bijak dalam menjalankan roda organisasi.
“Saya berasa kecewa sebab sejak awal saya memang tidak dilibatkan oleh Ketua DPC Demokrat Lembata untuk kerja politik menjelang Pilkada Lembata. Selain tidak dilibatkan saya menilai Ketua DPC Demokrat Lembata tidak mampu menjalankan roda organisasi sembari mengangkangi komitmen pileg bagi calon legislatif yang saat pileg 2024 belum berhasil atau gagal. Ada komitmen bersama caleg yang tidak diipenuhi oleh Ketua DPC Partai Demokrat, Paskalis Laba Witak”, tegasnya.
Untuk itu Kaizir meminta Paskalis untuk tidak berlaku arogan saat menjadi pemimpin.
Sementara itu, Ketua DPC Lembata, Paskalis Laba Witak saat dikonfirmasi SuluhNusa membenarlan dirinya mengeluarkan Sekretaris DPC Demokrat Lembata, Kaizir Maha dari Group Demokrat Lembata sebagai langkah bersih bersih jelang pencoblosan.
“Ya benar. Kami sedang lakukan bersih bersih internal. Saya memang mengeluarkan sekretaris dari group demokrat Lembata karena tiga alasan. Bukan hanya sekretaris DPC tetapi juga ada beberapa anggota yang nota bene anggota partai juga saya kick out”, ungkap Kalis Witak.
Menurutnya, khusu untuk Kaizir Maha, dirinya memiliki tiga catatan buruk yang bisa mengancam kemenangan Paket Manis di Pilkada Lembata.
Pertama, Partai Demokrat Lembata menilai Kaizir. Maha yang nota bene sebagai Sekretaris berupaya menggagalkan pendaftaran Paket Manis sebab Dia tidak hadir saat pendaftaran Paket Manis di KPU Lembata.
“Saat paket Manis mendaftar di KPU, Kaizir Maha tidak datang. Kita bukan tidak menelpon dia. Kita telp dia berulang ulang kali tapi tidak pernah datang. Kita tau dia ada di dekat KPU Lembata tapi juga tidak datang sampai kami selesai pendaftaran”, ungkap Kalis Witak.
Alasan kedua, demikian Witak, Kaizir Maha tidak menghargai proses pilkada yang hasilnya mengusung paket Manis – Marsianus Jawa dan Paskalis Laba Witak.
Hal ini terlihat dari sikap masa bodoh Kaizir Maha yang tidak msmanghapi semua informasi yang disampaikan dalam group bahkan kampanye di Paket Manis di mana pun tidak pernah dihadiri oleh Kaizir sebagai sekretaris.
Alasan ketiga adalah, karena Kaizir terbukti mendukung paket Tunas.
“Kalau tidak suka paket Manis ya tidak usah membelot ke paket lain. Ini kedapatan dan ada bukti foto video Kaizir Maha, yang masih menjabat sebagai sekretaris DPC Demokrat Lembata ikut kampanye akbar Paket Tunas. Kita punya bukti”, ungkap Kalis.
Sekedar diketahui Paket Tunas, Petrus Kanisius Tuaq-Muhamad Nasir diusung oleh Partai Nasdem dan PAN pada Pillada Lembata. Sementara Partai Demokrat berkoalisi dengan partai Gelora mengusung Paket Manis, Marsianus Jawa-Paskalis Laba Witak.
Persoalan internal Partai Demokrat ini sudah dilaporkan ke DPD Demokrat termasuk ke DPP. Bahkan menurut Kalis, tindakannya mengeluarkan Kaizir Maha dari Group Demokrat Lembata berdasarkan petunjuk dari DPD Demokrat NTT melalui rapat internal bersama pengurus DPC Demokrat Lembata.
“Bahkan kita sudah usulkan ke DPP melalui DPD untuk dipecat. Tapi setelah pilkada baru diurus pemecatan. Kita sudah usulkan”, tegas Kalis sembari menohok Kaizir Maha dipecat sekalipun Demokrat Lembata tetap jalan seperti biasa.
“Kita ambil langkah tegas dengan pecat pun Demokrat Lembata tetap jalan secara organisasi. Kita butuh kader partai yang loyal”, ungkap Kalis menegaskan.+++sandro.wangak
