Kick Off JF Riberu Menuju Senator 2019

Johanes Fransiskus Riberu, bersama keluarga. Foto : Ist

Bagi pebisnis sekelas Hans Riberu, komitmen untuk menjaga kepuasan pelanggan adalah hal yang utama, apalagi dengan pelanggan sekaliber perusahaan-perusahaan yang disebutkan di atas. Analogi itu menjadi klop dengan prinsip di dunia politik dimana seorang politisi harus dapat menjadi penyambung aspirasi dan pejuang kepentingan masyarakatnya.

“Tidak ada motivasi lain ketika seseorang sudah selesai dengan urusan dirinya sendiri dan keluarganya lalu memutuskan untuk terjun ke dunia politik, jika bukan untuk berbuat lebih bagi masyarakat darimana ia dilahirkan.”

Hans pun merefleksikan langkah ini sebagai sebuah langkah besar paling tidak bagi keluarganya jika mengenang peristiwa 30 tahun silam. Pada usianya yang baru 5 tahun ketika itu, ia diajak sang ayah, Ako Riberu untuk pulang ke kampung atau bale nagi. Dalam perjalanan dari Maumere ke Larantuka, sang ayah mengajaknya untuk mempir di Konga, sebuah desa dengan dataran sawah yang luas di dekat Hokeng, Flores Timur.

“Sambil berdiri di antara pematang sawah tempat Bapa Ako menghabiskan masa kecilnya dalam kondisi yang sulit, bapa berkata kepada saya, ‘No, besok-besok saat sudah dewasa, kemanapun langkah kakimu beranjak pergi, engko harus selalu ingat bahwa langkah kakimu pertama dimulai dari tempat ini, dari kampung ini,” ungkap Hans.

Sejumlah karya nyata telah dilakukan oleh Hans dan keluarganya, menjadi saluran berkat dari Tuhan bagi sesama dan Lewotana. Kini, tekad dan semangat generasi baru ini mengharapkan doa dan restu Lewotana untuk terus mengabdi melalui jalur formal, DPD RI. Dukungan masyarakat NTT adalah bukti nyata kepedulian kita terhadap kampung halaman, melalui sosok yang jelas rekam jejaknya di bumi Flobamora. (Asis WN)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *