Kelahiran 14 Agustus 1983 ini sejatinya tidak memiliki background politik. Jika dirunut, sejumlah nama dari klan Riberu mungkin sudah dikenal luas oleh masyarakat NTT. Sebut saja, Calon Bupati Flotim 2017 silam, Lukman Riberu. Atau nama besar Dr. Yan Riberu, tokoh pendidikan nasional yang juga pernah duduk di Senayan pada era orde baru silam. Ia lahir dari keluarga pengusaha yang sukses meretas bisnis baja mulai dari bawah.
Jika sang ayah Ako Riberu hanya seorang lulusan STM, maka ia memersiapkan sang anak dengan bekal pendidikan yang mumpuni. Hans menamatkan pendidikannya di Kolose Kanisius (Canisius College), Menteng, Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di Monash College, Melbourne, Australia. Dua tahun di sana, ia meneruskannya di Northwood University, Montreux, Switzerland. Jenjang pendidikan magister ia dapatkan dari Newcastle University, Newcastle, Inggris, tahun 2008-2009.
Sekembalinya ke Indonesia, Hans pun mulai belajar untuk menjalankan usaha yang telah dirintis oleh sang ayah sejak 25 tahun silam. PT Armindo Catur Pratama yang bergerak di bidang industri baja olahan dengan lokasi pabrik di Gunung Putri, Jawa Barat adalah perusahaan yang banyak memberikan kesempatan bagi warga NTT untuk bekerja. Produk yang dihasilkan perusahaan ini, jamak dipergunakan oleh PT PLN (Persero) dan operator seluler untuk mendirikan tower pemancar mereka.
Meski berbisnis, Hans dan keluarganya tak henti untuk menjalankan aktivitas sosial yang senantiasa menggandeng otoritas gereja lokal dalam karya-karya mereka. Juga melalui komunitas Sahabat Flores dengan sejumlah jejak nyata yang dapat disaksikan oleh masyarakat NTT hingga hari ini.
“Tetapi ya itu tadi, kalau bergerak perorangan atau kelompok, apa yang kita lakukan pun menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk terjun ke ranah politik dengan bekal sosial yang sudah dilakukan keluarga dan kelompok selama ini. Satu-satunya ambisi saya adalah dapat membuka ruang yang lebih luas untuk memberikan perubahan yang sistemik bagi masyarakat NTT melalui lembaga DPD RI. Tentu, dalam bingkai koordinasi dan kerjasama yang baik dengan bapak/ibu yang akan duduk di DPR RI nantinya,” tutur Hans yakin.
