suluhnusa.com – Kecelakaan laut yang menimpa Nelayan Solor, Kabupaten Flores Timur, 31 Agustus 2019, berakibat amukan massa di pelabuhan Terong, Pulau Adonara, Flores Timur. Massa yang sebagian besar adalah nelayan kecil tersebut mengamuk. Mereka datang ke Pelabuhan Terong setelah mendengar kejadian itu. Kapal Fantasi Express 88 yang ditumpangi beberapa pejabat daerah termasuk Wakil Bupati Flores Timur tersebut nyaris dibakar oleh massa. Bahkan nahkoda kapalpun hendak dipukul.
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, yang dihubungi suluhnusa.com, 31 Agustus 2019 malam melalui pesan Whatsapp membenarkan kejadian itu.
Wabup Agus Boli memceritakan, saat mereka dalam perjalanan dari Larantuka ke Lewoleba dengan kapal cepat,tepatnya di perairan selat antara Lohayong dengan Dua sekitar Terong terjadi tabrakan kapal cepat dengan satu buah kapal ketinting kurang lebih berukuran 1 atau 2 GT. Nelayan yang ditabrak itu diketahui bernama Sulaieman Apang, Warga Lohayong, Solor Timur, Kabupaten Flores Timur.
Kejadiannya begitu cepat karena diduga seorang Nelayan yang tengah melaju dengan ketitintingnya tersebut sedang menimba air laut yang masuk dalam sampan tetapi ketintingnya melaju maju terus dan tabrakan pun tidak dapat di hindarkan.
“Saya masih sempat bilang kepada nahkoda, No ada kapal di depan. Kejadian begitu cepat. Karena baik Kapal Cepat dan ketinting tersebut, keduanya melaju dengan cepat. Nelayan yang tengah melaju dengan ketitintingnya tersebut sedang menimba air laut yang masuk dalam sampan tetapi ketintingnya melaju maju terus dan tabrakan pun tidak dapat di hindarkan,” ungkap Wakil Bupati Agus Boli.
BACA JUGA :
Tabrak Nelayan Solor, Nahkoda Fantasi Express Ditahan Polisi
Setelah mengetahui ada tabrakan Wabup Agus Boli lalu memerintahkan kapten Kapal Fantasi Express 88 menghentikan kapal dan memutar kembali mengecek kapal ketinting milik nelayan tersebut.
“Saya kemudian memerintahkan kapten kapal menghentikan kapal cepat dan berputar kembali mengecek kapal ketinting yang ditabrak tadi dan kondisi kapal ketinting hancur dan bapak yang kemudikan kapal ketinting tadi sudah tidak kelihatan. Saya kemudian menelpon camat Adonara Timur, kepolisian, TNI dan BPBD supaya segera bergerak mencari korban di TKP,” ungkapnya.
Selain menelpon Camat Adonara Timur, BPBD dan Kepolisian Wabup Agus Boli juga meminta tolong nelayan Lamahala dan Terong untuk ikut membantu mencari nelayan yang hilang tersebut.
“Saya juga minta Nelayan2 dari Lamahala dan Terong turut membantu pencarian,” tuturnya.
Ketika dikonfirmasi suluhnusa.com terkait kejadian amukan massa di pelabuhan Terong yang nyaris memukul Kapten dan membakar Kapal, Wabup Agus Boli pun membenarkan kejadian tersebut.
Setelah melakukan pencarian dilokasi kejadian dan memutar beberapa meter, Kapal cepat bergerak bersandar di Pelabuhan dan dikejar massa dengan niat hendak memukul Kapten kapal Cepat dan membakar Kapal Cepat.
“Saya kemudian sendiri turun di Pelabuhan menemui massa karena penumpang lainnya sangat ketakutan. Saya Bernegosiasi dengan massa agar ttidak boleh anarkis dan membakar kapal cepat karena ini musibah dan tugas kita adalah mencari korban entah dalam keadaan hidup maupun tdk untuk kembali ke rumahnya. Puji Tuhan massa bisa menerima dan tidak bereaksi lagi. Selang belasan menit baru aparat kepolisian Polsek Adonara Timur dan aparat TNI tiba di Pelabuhan Terong. Saya kemudian menyerahkan kapten kapal ke Polisi dan di kawal tentara untuk diamankan. Saya juga meminta pemilik kapal untuk bertanggungjawab secara moril dan materiil. Korban menurut para nelayan disitu berasal dari Lohayong Solor Timur yg sedang menuju Watanpao. Kita doakan semoga korban masih hidup dan bisa di temukan dan kembali ke keluarganya. Karena kejadian ini musibah. Bisa menimpah siapa saja termasuk kita. Jadi jangan anarkis dan pukul kapten apalagi bakar kapal. Nanti muncul masalah baru lagi,” harap Wabup Agus Boli.
Salah seorang Nelayan asal Desa Lamalahala, Burhan ketika menghubungi suluhnusa.com, usai ditenangkan Wakil Bupati Agus Boli, menyatakan beruntung dengan kehadiran Wakil Bupati Agus Boli yang berbicara dan bernegosiasi dengan warga yang sedang mengamuk.
“Untung ada pa wabup yang datang dan omong dengan kami. Dan kami malu. Kalau tidak kapal cepat kami sudah bakar karena korban nelayan asal itu sudah hilang tenggelam dan pasti mati. Setelah wabup omong bahwa ini musibah dan bisa menimpah sispa saja termasuk kita, kami membubarkan diri,” ungkap Burhan.
Disebutkan, KM Fantasi Expres 88 dinahkodai Romanus Daton Keraf, 36 thn, beralamat di Kelurahan Selandoro, Wangatoa Timur Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, menabrak sebuah ketinting kayu milik nelayan yg mengakibatkan kapal nelayan tenggelam dan pemilik kapal, korban, Sulaiman, warga Desa Lohayong I , Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, tenggelam dan sampai saat ini korban belum diketemukan.
Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams, S.H., S.I.K, melalui Paur Humas polres Flotim, Iptu Herono Budiono kepada Media ini, Sabtu (31/8) membenarkan kejadian tersebut.***
sandrowangak
