Tim SAR Selamatkan Kapal Putra Cantika Yang Mati Mesin di Tengah Laut

SIKKA, – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi empat anak buah kapal (ABK) KM Putra Cantika dalam kondisi selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan antara Pulau Pemana dan Pulau Babi, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 16 April 2026.

Informasi kejadian pertama kali diterima dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Maumere yang melaporkan bahwa KM Putra Cantika mengalami gangguan mesin saat berlayar dari Pelabuhan Benoa, Bali menuju Maluku Tenggara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere segera mengerahkan kapal penyelamat KN SAR Puntadewa 250 menuju lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa tim bergerak cepat menuju titik koordinat awal yang berada di posisi 08°12’58” LS – 122°26’24” BT atau sekitar 27 mil laut dari Pelabuhan Wuring, Maumere.

“Pada pukul 15.39 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan KM Putra Cantika di koordinat 8°14’2.4” LS – 122°25’55.8” BT, sekitar 1,15 mil laut dari titik awal kerusakan mesin,” ujar Fathur Rahman.

Setelah ditemukan, tim langsung mengevakuasi seluruh ABK ke atas KN SAR Puntadewa 250.

Selanjutnya para korban dibawa menuju lokasi aman terdekat, yakni Pulau Pemana. Setibanya di Pulau Pemana, Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Aparat desa bersedia memberikan tempat tinggal sementara bagi keempat korban sambil menunggu proses perbaikan kapal.

“Keempat korban dalam kondisi selamat dan untuk sementara mendapatkan penanganan serta tempat tinggal di Pulau Pemana hingga kapal mereka siap kembali berlayar,” tambahnya.

Operasi SAR pun dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Tim SAR Gabungan kembali ke Pelabuhan Wuring pada pukul 19.30 WITA.+++


jk


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *