Kunjungan Perdana ke Desa Todanara, Bupati Kanis : “Kami Tidak Ingkar Janji”

"Sasaran program PTSL di Lembata sebanyak 1150 sertifikat, tersebar di Desa Puor A 200 Sertifikat, Puor B 158 sertifikat, Amakaka...

LEWOLEBA – BUPATI Lembata, Petrus Kanisius Tuaq melakukan kunjungan  perdana ke Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur disambut antusias warga, 14 Agustus 2025.

Selain antusias, masyarakat juga merasa bangga akan kehadiran Bupati Lembata secara langsung di tengah padatnya agenda pemerintahan.

Hal ini disampaikan camat Ile Ape Timur, Nikolaus Watun, dalam sambutannya. Nikolaus merasa bahwa kunjungan perdana Bupati Lembata ini dalam rangka menyerahkan sertifikat kepada masyarakat dalam program PTSL Kantor Pertahanan Kabupaten Lembata.

“Kami bangga karena di tengah padatnya agenda Pa Bupati hadir langsung untuk menyerahkan sertifikat ini. Terimaksih banyak dan kami merasa bangga”, ungkap Nikolaus.



Kehadiran Bupati Kanis didampingi Kepala. dinas Perumahan Kabupaten Lembata Simon Emi Langoday dan Kadis Kominfo Lembata Petrus Demon. Hadir pula Kepala Desa Todanara, Fransiskus Boli.

Rombongan Bupati Lembata, disambut tarian adat yang meriah, oreng dan sapaan adat bau lolon. Bupati Kanis memberikan  apresiasi kepada warga Todanara dengan ikut menari bersama saat diarak masuk ke Aula Desa Todanara.

Kepala Kantor Pertanahan Lembata, Yance Talan,  S ST menjelaskan kegiatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Yance menjelaskan program PTSal di Kabupaten Lembata menjelaskan PTSL menyasar lima desa yakni Desa Puor A, Desa Puor B, Desa Amakaka, Desa Laranwutun dan Desa Todanara.

“Sasaran program PTSL di Lembata sebanyak 1150 sertifikat, tersebar di Desa Puor A 200 Sertifikat, Puor B 158 sertifikat, Amakaka 52 sertifikat, Laranwutun 572 Sertifikat dan Todanara 168 sertifikat.



Bupati Kanis diawal sambutan mengungkapkan dirinya menjadi Bupati Lembata untuk menerangi semua masyarakat baik yang memilih maupun tidak memilih saat pilkada lalu.

“Saya hadir menjadi cahaya cahaya untuk kita semua. Saya seibarat Matahari yang menerangi semua. Matahari tidak pernah mengingkari janji”, ungkapnya.

Usai menyerahkan sertifikat Bupati Kanis meminta warga Todanara memanfaatkan Tanah yang sudah bersertifikat untuk usaha ekonomi produktif.



“Legalitas sudah dipegang. Lahan yang diukur menjadi milik kita setelah ada sertfikat. Tentu harus punya tanggungjawab punya rasa bagaimana memanfaatkan  lahan ini untuk kegiatan sektor ekonomi produktif. Contoh  lahan kemarin  itu lahan tidur. Maka setelah ada sertfikat harus dimanfaatkan untuk melakukan usaha. Baik itu sektor real  pertanian dan peternakan. Kamo dia haji Nasir berkomitmen untuk terus bersama 80 persen masyarakat Lembata yang petani, peternak dan nelayan. Kami tidak ingkat janji”, urai Bupati Kanis sembari mengajak masyarakat untuk tetap memiliki harapan kesejahteraan ditengah keterbatasan fiskal. +++sandro.wangak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *