LEMBATA – Suasana di SMP Satap Waiwaru, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terlihat berbeda dari biasanya.
Guru guru terlihat bahagia dan puluhan siswa mengenakan seragam berbeda dari biasanya, hitam putih dipadu dasi. Bahkan beberapa siswa begitu elegan menggunakan setelan jas.
Sebanyak 40 siswa kelas IX sekolah tersebut terlihat percaya diri mengikuti Ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang menjadi puncak dari pembelajaran mereka selama ini.
Ujian ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan riset, analisis, dan kreativitas mereka dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang inovatif dan bermanfaat.
Berbagai judul menarik disiapkan oleh siswa dalam ujian kali ini yang diselenggarakan di ruangan laboratorium biologi, SMP Satap Waiwaru, 20 April 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari sampai 21 April 2026.
Kepala SMP Satap Waiwaru, Elias Bengaman kepada wartawan sebelum kegiatan Ujian KTI menjelaskan, penyelenggaraan ujian KTI di sekolah tersebut bukan baru pertama kali dilakukan tetapi sudah berlangsung selama lima tahun berturut turut.
“Ini menjadi program kegiatan unggulan sejak tahun 2021. Kita minta siswa menentukan judul. Lalu mengajukan untuk disetujui guru pembimbing dan lalu menulis karya tulis ilmiah denhan bimbingan para guru. Satu guru membimbing maksimal 3 siswa”, jelas Elias.
Setelah disetujui para siswa mengikuti ujian KTI dihadapan tiga guru penguji.
“Ujian ini sebagai bentuk latihan menemukan jati diri oleh para siswa selama tiga tahun berada di sekolah ini. Visi misi sekolah ini sederhana saja, baca tulis dan omong. Membaca situasi. Merangkai dalam tulisan. Dan membicarakan itu dalam praktek kehidupan. Siapa mencintai tempat duduknya akan melihat dunia, jelas Elias.
Berbagai Judul Dan Menguji Kemampuan analisis
Pendidkan sebagai bentuk pemaknaan hidup diangkat Maria Kewa Balawangak.
Dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan mental anak remaja di lingkungan sekolah oleh Efanoverina Peni dan Bartolomeus Blido
Pengaruh tekanan teman sebaya terhadap keputusan remaja dalam berpacaran oleh Gasparanus Olabi.
Pengaruh kebiasaan membaca terhadap prestasi akademik siswa SMPN 02 Ile Ape Timur, Satap Waiwaru yang adalah judul KTI yang diangkat oleh siswa Aloysius Muri Lazarus Lodo Pana Domaking, Martinus Arjuanus Mado dan Bonevantura Ola, Marius Payong Labamaking.
Analisis Pola pertemanan remaja dan kaitannya dengan tingkat kepercayaan diri diangkat oleh Vinsensius D. Paul Ama Manuk, Emanuel Aldinos Boro dan Yohanes Lele Lanang Halimaking.
Pendidikan sebagai kebutuhan zaman oleh Hikari Karisa Peni.



Feldin Rano Kelen, salah satu guru penguji mengunhkapkan unian ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan analisis, mendalami masalah menemukan tujuan dan kreativitas menulis dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang inovatif dan bermanfaat.
“Karya tulis ilmiah yang disusun oleh para siswa mencakup beragam topik menarik. Mereka dilatih bukan sekedar menulis tetapi mempertahankan hasil karya tulis di depan kami guru penguji. Ada ruang dialog dan perdebatan ilmiah di sana”, ungkap Rano Kelen.
Diapresiasi Para Jurnalis di Lembata

Kegiatan ujian Karya Tulis Ilmiah ini tidak hanya dihadiri Ketua Komite Satap Waiwaru, Gregorius Geroda juga Tedy Making, Jurnalis Katawarga dan Sandro Balawangak, Jurnalis Suluhnusa.
Tedy Making yang diminta memberikan peneguhan kepada siswa peserta ujian, memberikan apresiasi kepada pihak sekolah karena sudah membuka ruang dialog dan perdebatan bagi siswa.
“Ini adalah latihan yang sangat bermanfaat bagi siswa. Satap Waiwaru dengan menggelar kegiatan ini, dua langkah lebih maju dari sekolah lain”, jelas Tedy.
Selain apresiasi kepada Sekolah, Tedy juga memberi motivasi kepada siswa peserta ujian, bahwa menyusun karya tulis ilmiah akan menjadi kebiasan akademik pada tingkat pendidikan yang penuh tinggi.
“Biasakan diri untuk menulis. Manfaatkan ruang dialog ini untuk melatih diri lebih dini dan mengasah kemampuan agar saat berada dijenjang pendidikan lebih tinggi tidak mendapat kesulitan”, tutur Tedy.
Ujian KTI ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMP Satap Waiwaru memiliki potensi besar dalam bidang riset dan inovasi sederhana. +++
sandro.wangak
