Lipataman, Aman Aman Saja Dalam Lipatan?

suluhnusa.com-Namanya Ir. Lukas Lipataman Witak. Birokrasi tulen, pamong praja briliant. Dilahirkan dikaki gunung Ile Ape menempah dirinya menjadi seorang petarung sejati dalam segala perjuangan. Tak pernah lelah.

Lipataman tak mau hanya berlipat tangan bila masih ada kemungkinan untuk mencucurkan keringat dan darah perjuangan. Inilah Lukas.

Kisah Lipataman, dimulai sejak lima tahun lalu. Kepada suluhnusa.com, yang menemuinya usai menjelani pemeriksaan kesehatan di RSUD Johanez, Kamis, 28 September 2016 mengaku bingung dan belum tau sakit permanen yang dideritanya sehingga dia dinyatakan tidak lolos dalam pilkada Lembata lima tahun lalu.

Perjuangan Lukas Witak menjadi salah satu Bakal Calon dalam Pilkada Lembata, lima tahun lalu berakhir duka. Lukas dinyatakan tidak lolos karena sakit permanen. Witak pun bingung.

Catatan sejarah politik pilkada Lembata mengisahkan dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap para paket Calon yang maju di Lembata 2011 memberikan rekomendasi kepada KPUD Lembata bahwa Ir. Lukas Witak Lipatama tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai Bupati Lembata periode 2011-2016, apabila dia terpilih menjadi Bupati Lembata.

Dan untuk menjawab kebingungan soal rekomendasi tim dokter itu, tanggal 1 Maret 2011, Witak berusaha menemui Direktur Rumah Sakit Umum Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, dr. Alphonsius Anapaku, Sp.OG.

Bakal calon bupati dari Paket Kasih itu datang bersama dua orang pendampingnya. Mereka duduk di depan ruang kerja Direktur RSUD KUpang, dr. Aphonsius Anapaku. Lukas enggan berkomentar tentang tujuan kedatangannya. “No comment. Tunggu semuanya sudah jelas,” kata Lukas waktu itu.

Witak bersama rombongan saat itu, datang untuk menemui direktur rumah sakit. Maksudnya untuk mengetahui persis penyakit yang membuat Lukas Witak yang maju dengan sandi Kasih waktu itu dinyatakan tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai Bupati Lembata periode 2011-2016, jika terpilih dalam pemilu kada. Ini kisah Lukas Witak lima tahun lalu, yang tersandung syarat kesehatan.

Akankah kisah Lukas Witak lima tahun lalu terulang kembali ? Publik Lembata patut mencatat, Lukas Witak yang kembali maju bertarung di Lembata periode ini walau sudah tau kemungkinan apa yang akan terjadi. Bisa aman aman saja. Bisa juga menjadi tidak aman.

Rekomendasi tim dokter dalam lipatan surat rahasia syarat kesehatan sudah berada di tangan KPUD Lembata. Apakah Lukas Lipataman Witak kesehatannya aman aman saja seperti pengakuannya ? atau tidak menjadi tidak aman dalam rekomendasi itu.

Nah, suluhnusa.com, 28 September 2018, mencoba berdiskusi dengan Direktur Rumas Sakit W.Z. Johanez, Dominggus Mere di depan ruangan rapat pleno KPUD Provinsi NTT. Sebab, apabila Lukas Witak lolos syarat kesehatan calon maka pihak dokter rumah sakit W.Z Johanez bisa dinilai tidak konsisten atau tidak obyektif-independen saat memberikan rekomendasi kesehatan Lukas Witak lima tahun lalu. Lain lagi soal yang akan muncul, apakah dokter dan pihak rumah sakit Johanez mampu mempertanggungjawabkan hasil plenonya lima tahun lalu, bila kembali di gugat Lukas Witak ?Apakah bersedia memulihkan nama baik Lukas Witak ?

Dominggus Mere, sang Direktur RSU Johanez singkat menjawab No Commen. Sementara itu, Ketua Tim dokter RSU, Andreas Fernandez berulang kali menjelaskan hasil pemeriksaan tim dokter menggunakan rekam medik saat paket bakal calon diperiksa.

Dengan demikian, soal Kesehatan Lukas Lipataman Witak ini menjadi demikian menarik. Lebih dari itu, harapan semua kita, semoga kondisi kesehatan Lipataman aman aman saja dalam lipatan rekam medik para dokter. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *