suluhnusa.com-Kehadiran dr. Bernad Tukan, saat pemeriksaan kesehatan bakal calon bupati dan wakil bupati Lembata di persoalkan berbagai pihak.
Padahal kehadiran dr. Bernad di Kupang berkapasitas sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Kabupaten Lembata bukan sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lembata walau jabatan itu melekat.
Dan dokter yang dikenal familiar dengan masyarakat Lembata ini, menceritakan, dirinya datang ke Kupang untuk mendampingi para bakal calon pilkada Lembata untuk menjalani pemeriksaan bukan atas kemauan sendiri, tetapi karena atas permohonan resmi KPUD Lembata.
Ceritanya begini, demikian dokter Bernad mulai menjelaskan secara kronologis kepada wartawan yang meminta komentarnya. Bahwa KPUD mengirim surat kepada IDI Lembata dan berkonsuktasi tentang apakah RDUD Lewoleba bisa dijadikan tempat untuk pemeriksaan kesehatan para bakal calon.
Dari surat tersebut, IDI menjelaskan bahwa RSUD Lewoleba belum layak menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bakal calon. Oleh sebab itu, KPUD neminta IDI untuk membuat surat rekimendasi resmi kepada KPUD Kabupaten Lembata.
Dari surat IDI Lembata tersebut, KPUD lalu ke Kupang untuk melakukan koordinasi dengan pihak RSUD W.Z Johanez. Setelah berkoordinasi dan menandatangani MoU bersama pihak RSUD W. Z. Johanez dengan para pihak, KPUD Lembata mengirim surat kepada Penjabat Bupati Lembata, Pieter Sinun Manuk, memohon agar memberikan izin kepada dr. Bernard Tukan untuk mendampingi para bakal calon untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan.
“Saya ke Kupang ada surat perintah tugas dari bapak penjabat bupati menjawab permohonan dari KPUD Lembata”, ungkap Bernad.
Lebih jauh, Bernad menjelaskan, bahkan dirinya diminta Penjabat Bupati Lembata untuk memberikan laporan perkembangan pemeriksaan kesehatan bakal calon setiap hari.
Dirinya mengungkapkan, kapasitas dia berada di Kupang bersama para bakal Calon untuk memberikan advice kesehatan kepada semua bakal calon baik itu diminta maupun tidak diminta.
“Saya tidak ada kepentingan untuk mendampingi salah satu bakal calon. Saya beri advice kesehatan kepada semua bakal calon baik diminta maupun tdak diminta”, ungkap Bernad.
Ditanya suluhnusa.com, paket mana saja yang meminta advice darinya selama mendampingi mereka, Bernad membeberkan, hampir semua paket.
Sebut saja misalnya, Vian Burin dari Paket TITEN, Linus Beseng dari HALUS, Lukas Witak juga Edy Leu, Viktor Mado dari VIKTORI dan Yance Sunur, SUNDAY.
Pantauan media ini, jelas terlihat advice dokter Bernard, ketika para paket Calon selesai menjalani psiko test di Klinik Teratai.
dr. Bernad memberitahukan proses pemeriksaan kesehatan pada hari berikutnya, Senin, 26 September 2016 dimulai dengan berpuasa pada Minggu, 25 September 2016 malam pkl.10.00 wita.
Nah, soal pemeriksaan bebas Narkoba di BNN, dokter Bernard kembali menjelaskan, bahwa hari itu, Minggu, 25 September 2016, sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan KPUD Lembata, ada dua paket yang mendapat giliran.
Kedua paket itu adalah Paket SUNDAY dan Paket HALUS. Dan dirinya ketika ke kantor BNN, dirinya bersama Ketua dan Komisioner KPUD Lembata. Juga ada pihak kepolisian resort Lembata.
“Tidak benar saya mendampingi salah satu paket calon. Saya tidak punya kepentingan pada calon tertentu. Saya mendampingi dan memberi advice kepada semua paket”, tegas Bernard menutup pembicaraan dengan wartawan Pos Kupang, Maksi Marho dan suluhnusa.com, Sandro Balawangak.(sandrowangak)
