suluhnusa.com – Surat suara yang digunakan saat pencoblosan pilkada Lembata 15 Februari mendatang menggunakan microtext.
Surat suara pilkada Lembata yang dicetak di surabay oleh percetakan milik Perusahaan Media Nasional Jawa Pos Group, PT. Temprina Media Grafika menggunaka microtext.
Ketua KPU Lembn ata, Piter Payong, ketika menghubungi media ini, 19 Januari 2017, dari Surabaya menjelaskan surat suara pilkada Lembata sudah selesai dicetak berjumlah 76.341 lembar.
Total surat suara yang dicetak ini, disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemiluh Tetap kabupaten Lembata, sebanyak 72.415, Cadangan 1.926 dan antisipasi suara pemilu ulang sebanyak 2000 lembar.
Piter Payong berada di Lembata sejak tanggal 16 Januari 2017 untuk menyaksikan percetakan surat suara, pada tanggal 17 Januari 2017 berikut pemusnahan surat suara yang salah cetak oleh pihak percetakan.
Piter lebih jauh menjelaskan, kebutuhan logistik pilkada Lembata, khusus surat suara hanya cetak dalam sehari, yakni 17 Januari 2017, dan dipacking tanggal 18 Januari 2017. Dan menurut jadwal surat suara akan tiba di Lembata tanggal 29 Januari 2017 karena dikirim tanggal 19 Januari 2017 melalui PT. Pos Indonesia dari Surabaya.
Kehadiran Ketua KPU Lembata, bersama empat komisioner lainnya di Surabaya, untuk memastikan seluruh proses percetakan surat suara, sembari membawa microtext untuk ditempatkan didalam surat suara.
Terkait microtext ini, dibenarkan pula oleh Sekretaris KPU Lembata, Elmandiri. Kepada media ini, di ruangan kerjanya, 16 Januari 2017, Elmandiri mengungkapkan, proses percetakan surat suara pilkada Lembata menggunakan microtext agar menghindari berbagai penyelewengan saat pencoblosan nanti.
Sebut saja misalnya, menjaga kemungkinan, pihak pihak lain mencetak surat suara tiruan, terjadi penggelembungan dan berbagai penyelewengan lain.
Dan microtext merupakan penanda rahasia dari KPU Lembata, terkait keaslian surat suara.
“Dan Microtext ini hanya diketahui oleh kelima komisoner. Menjadi rahasia para komisioner KPU Lembata. Kata atau kalimat apa yang menjadi microtext rahasia di surat suara tersebut hanya komisioner KPU Lembata yang tau. Saya sendiri tidak tau. Dan bagaimana cara mengetahui bahwa surat suara tersebut memiliki microtext menjadi rahasia antara Komisioner KPU Lembata dan pihak percetakan,” ungkap Elmandiri, seraya membeberkan total dana yang digunakan untuk mengadakan surat suara sebesar Rp 43 juta dengan harga satuan, Rp. 562 per lembar.
Menurut Elmandiri, microtext ini penting karena apabila ada persoalan hukum, bisa dibuktikan secara hukum bahwa surat suara yang dipersoalkan itu asli atau tidak.
Elmandiri menambahkan, setelah semua proses dipercetakan selesai, dan surat suara sudah berada di Lembata, maka tanggal 1 Pebruari 2017, Surat suara tersebut sudah didistribusikan ken PPK dan selanjutnya disampaikan ke PPS tanggal 4 Februari 2017.
Soal PT. Temprina Media Grafika sebagai pihak ketiga yang mendapat pengadaan surat suara Pilkada Lembata, Elmandiri menjelaskan, lelang pengadaan surat suara ini dilakukan secara e-katalog di website resmi KPU Pusat dan KPU Propinsi NTT.
“Saat diumumkan, KPU Pusat melakukan verifikasi perusahaan yang terdaftar dalam perusahaan percetakan surat suara pilkada, berikut harga penawaran dan PT Temprina Media Grafika memiliki penawaran terrendah untuk dalam pengadaan surat suara pilkada Lembata”, ungkap Elmandiri. (sandrowangak)
