Pilkada Lembata, Nasib Viktori Tergantung Golkar

suluhnusa.com-Nasib paket Viktor mado Watun-Muhammad Nasir Laode belumlah aman. Sebab mereka baru mendapatkan rekomendasi.

Dan syarat rekomendasi itu, menugaskan Viktor-Nasir dengan sandi Viktori harus bisa memenuhi syarat pencalonan. Ini artinya, Viktori haru mencari partai lagi untuk memnuhi kuota lima kursi sebab PDIP Lembata baru memilik empat kursi.

Apabila mendapatkan dukungan partai lain minimal satu kursi maka DPP PDIP sudah tentu akan mengeluarkan SK untuk Viktori.

Hal ini disampaikan Sekretaris DPC PDIP Lembata, Felisianus Chorpus Lelangwayang, kepada suluhnusa.com ketika dihubungi via telepon dari Kupang, Sabtu, 17 September 2016.

Chorpus mengungkapkan memang saat ini peluang Viktori lebih besar untuk mendapatkan Surat Sakti DPP PDIP itu. Akan tetapi, demikian Chorpus, dirinya PDIP bisa mungkin tidak memiliki calon apabila dukungan partai lain tidak bisa dipenuhi oleh DPC PDIP dan Viktori.

“Memang kami sejauh ini sudah membangun komunikasi dengan Golkar dan PAN juga PKB. Akan tetapi sampaui dengan saat ini ketiga partai ini belum memberikan keputusan yang pasti,” ungkap Chorpus.

sementara itu, konstelasi politik di Lembata berubah drastis dan sulit untuk ditebak. Golkar sampai saat ini belum mengeluarkan keputusan. PAN PKB sudah membangun koalisi untuk mengusung paket sendiri.

“Kita berharap pada Golkar sesuai dengan arahan DPD I Golkar dan DPD PDIP untuk membangun koalisi ini. Untuk itu kita berharap agar Golkar juga secepatnya memberikan keputusan,” ungkap Chorpus.

Lebih dari itu, Chorpus merasa optimis bahwa PDIP akan ikut dalam konstentan pilkada Lembata dengan mengusung Viktori, asalkan bisa mendapatlkan dukungan parpol minimal satu kursi lagi. Dan nasib Viktori tergantung keputusan partai Golkar.

Sebelumnya suluhnusa.com memberitakan kepastian koalisi antara Golkar-PDIP untuk mengusung Viktor-Nasir terancam gagal.

Sebab DPP Golkar tetap bersikukuh untuk mencalonkan Bupati bukan sebagai partai pengusung untuk Calon Wakil Bupati seperti yang diinginkan DPD PDIP dan DPD I Golkar.

Hal ini disampaikan Melky Lakalena, kepada suluhnusa.com melalui pesan singkat, Jumad, 16 September 2016.

“Sampai dengan saat ini Golkar belum menentukan sikap. Masih digodok dan dibahas di DPP”, tulis Lakalena.

Lakalena juga menyebutkan, Golkar untuk pilkada Lembata tidak ingin mengusung calon wakil bupati tetapi mengusung Bupati.

Dan untuk itu DPP Golkar tetap berpegang pada hasil survey partai.

Sejauh ini, Hasik survey yang dikantongi DPP Partai Golkar menempatkan Herman Loli Wutun pada urutan kedua setelah Yance Sunur.

Penegasan soal hasil survey ini juga disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto saat berada di Kupang beberapa waktu lalu menyebutkan, Golkar dalam menentukan paket calon berdasarkan hasil survey.

Dan hasil survey itu menempatkan Yance Sunur pada urutan pertama 30% dan Herman Yosef Loli Wutun 25%.

Apakah Golkar akan mengusung Yance ? Bisa saja. Karena Yance Sunur pada urutan pertama hasil survey.

Sebelumnya Golkar sudah mengeluarkan SK kepada paket WINNERS-Lukas Witak-Edy Leu.

Tetapi DPP Golkar menarik kembali SK itu tanpa ada penjelasan yang logis. “Barangkali Lukas Witak tidak populer dalam hasil survey”, ungkap salah seorang pengurus DPD II Golkar yang meminta namanya tidak ditulis.

Sementara itu, Herman Yosef Loli Wutun dalam survey itu menempati posisi kedua yakni 25%. Loli Wutun juga kader Golkar yang memiliki kedekatan dengan beberapa pengurus DPP Golkar. Sebut saja, Nurdin Halid, Melky Lakalena, Idrus Maryam bahkan Agung Laksono.

Apakah Golkar akan kembali mencalonkan Herman Wutun pada pilkada Lembata 2017-2022 ? Bisa mungkin. Bisa juga tidak mungkin. Yang pasti saat ini Herman Wutun-Vian Burin sudah mendapatkan SK DPP Gerindra. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *