suluhnusa.com_Pasca gonjang-ganjing pemecatan Gde Pasek Suardika dari DPR RI oleh partai Demokrat, banyak partai politik yang tertarik untuk menampung Pasek biasa disapa agar masuk menjadi salah satu kadernya. Selain PDIP partai Golkar Bali pun siap menampung politisi asal Buleleng ini.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Bali, Ketut Sudikert usai menghadiri acara pelantikan, seminar nasional dan rakerda Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Bali, Sabtu 1 Februari 2014 di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung, Bali.
“Partai Golkar sesuai dengan mottonya adalah partai yang terbuka kepada siapapun kita terbuka termasuk pak Pasek kalau mau bergabung dengan Golkar welcome, mungkin disini tempat beliau untuk mengembangkan diri,” ungkap Sudikerta.
Dilain pihak, sinyal hijaupun diberikan oleh PDIP yang terbuka menerima Pasek. Terkait hal ini Sudikerta mengungkapkan jika dirinya tidak bisa melarang seseorang dalam mengikuti dunia perpolitikan. “Itukan hak politik beliau kita kan tidak bisa melarang hak seseorang dalam mengikuti dunia perpolitikan tidak bisa kita larang kita harus hargai hak orang dalam mengikuti dunia perpolitikan,” tambahnya.
Bahkan kehadiran Pasek sebagai pembicara seminar pun menurut Sudikerta hanya karena Pasek dianggap sebagai tokoh pemuda yang bisa memberikan motivasi kepada generasi muda AMPI Bali.
“Kehadiran beliau pada seminar ini terkait eksistensi para generasi muda kita dalam ikut memerankan posisinya dia dalam dunia demokrasi, harus memiliki motivasi semangat untuk memajukan bangsa dan negara ini dengan cara bekerja, beliau sudah mengatakan bekerjalah kalian untuk kemakmuran rakyat, jangan berpolitik dengan mendidik masyarakat itu dengan tidak beretika seperti money politic, korupsi,” pungkasnya.
Dikonfirmasi perihal adanya sinyal dari Golkar untuk menampungnya, Pasek mengaku jika dirinya hingga saat ini masih sebagai kader Demokrat.
“Saya hingga sekarang masih anggota DPR RI Komisi 9 fraksi partai Demokrat sampai sekarang, adapun soal pemecatan dan PAW sudah dinyatakan illegal dan sudah dikembalikan ke tempat pengirimnya, bahwa saya punya sahabat lintas partai memang persahabatan itu modal politik yang paling baik, itu perbedaannya sehingga banyak teman-teman yang memberikan ruang untuk kita bersama-sama, kan begitu,”selorohnya.(kresia)
