suluhnusa.com_ Dalam rangka melihat langsung kondisi masyarakat serta mensosialisasikan program Gerakan Membangun Menuju Alor Mandiri (Gemma Mandiri)
Bupati Alor, Drs. Amon Djobo bersama ibu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah kabupaten Alor dan sejumlah rombongan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah mendatangi masyarakat Kecamatan Alor Timur, khususnya di Desa Tanglapui.
Ketika menyampaikan arahannya, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo mengatakan bahwa perkembangan Alor Timur hingga saat ini merupakan hasil dari nubuat beberapa puluh tahun silam, kala itu ia masih menjadi camat di kecamatan perbatasan dengan Negara Timor Leste tersebut.

Saat itu menurutnya Alor Timur masih berada seperti “neraka”, namun saat ini Alor Timur telah menjadi “surga” ucap Djobo.
Terkait berbagai kemajuan yang ada di Kecamatan di Alor Timur, seperti hadirnya jalan Negara yang membentang dari Kalabahi menuju Alor Timur sepanjang 110 km, ia meminta masyarakat untuk tidak “palese”.
“Kalau bapak mama lihat kecamatan lain, tidak ada kecamatan yang dapat jalan Negara seperti ini. Untuk itu menjadi masyarakat, jangan hanya palese dan menganggap diri kurang terus” tegasnya.
Kepada semua masyarakat, Djobo juga meminta untuk mereka mengembangkan semua potensi yang dimilikinya sehingga menjadi masyarakat yang mandiri.
“Lantoka memiliki potensi yang baik untuk areal persawahan, masa Lantoka yang memiliki lahan basah yang sangat luas kalah dengan Bukapiting dan Pantar yang hanya memiliki lahan basah sedikit ?” tuturnya.
Djobo juga pada kesempatan tersebut berharap agar masyarakat dapat menjaga setiap fasilitas yang dibangun di kecamatan Alor Timur, maupun secara khusus di wilayah Desa Tanglapui.
Terkait dengan adanya sejumlah keluhan warga seputar beberapa hal yang masih perlu dibenahi, ia berjanji untuk menjawab semua keluhan tersebut sembari meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu.
Pada kesempatan tersebut Djobo juga mengumumkan bahwa pemerintah Pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp 26 Miliar untuk membangun jalan lingkar gunung babi melalui Desa Maukuru menuju Maritaing. (iwankamaleng)
