Hanya 6 Tuta Tenaga Ahli Kontruksi Profesional

suluhnusa.com_Memasuki era pasar bebas tahun 2015, Indonesia mesti menyiapkan diri secara matang. Sayangnya, sampai dengan 2014, baru tedaftar 6 juta tenaga ahli kontruksi yang dinyatakan professional dengan mendapatkan sertifikat nasional.

Hal ini disampaikan Ketua DPP Gabungan Tenaga Ahli Kontruksi Indonesia (GATAKI), Muhamad Dien saat memberikan sambutan pelantikan DPD GATAKI Bali periode lima tahun mendatang, di Sector Bar, Hotel Ina Grand Bali Beach, Senin, 26 Mei 2014.

Dien lalu membandingan dengan persiapan tenaga kerja professional oleh Negara tetangga, Vietnam, bahwa saat ini sekitar 6000 tenaga kerja kontruksi Vietnam sedang belajar bahasa Indonesia dan siap dikirim ke Indonesia pada tahun 2015 saat era pasar bebas dimulai.

Dengan demikian tenaga ahli kontruksi Indonesia harus segera menyiapkan diri secara matang dengan mengikuti ujian sertifikasi tenaga kontruksi agar bias bersaing di Indonesia dan di luar Negara lain.

“Kita harus segera menyiapkan diri. Vietnam sudah mempersiapkan sekitar 6000 tenaga kerja kontruksi untuk dikirim ke Indonesia pada tahun 2015. saat ini mereka sedang belajar bahasa Indonesia. Nah, kita harus bias bersaing dengan mereka. Oleh karena itu, saya berharap agar, tenaga kerja kontruksi Indonesia segera menyiapkan diri,” tegas Dien.

Lebih jauh Mantan Wartawan Jawa Pos dan Pemilik Media FavoriteTV ini menjelaskan di tengah era perdagangan global yang bebas dan kompetitif, Gabungan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (GATAKI) hadir untuk menyediakan tenaga kerja berkualitas yang terampil dan profesional kepada usaha jasa konstruksi Indonesia melalui program sertifikasi bagi tenaga ahli konstruksi di Indonesia.

“Sertifikasi ini bertujuan menyamakan kualitas sumber daya manusia dan badan usaha di bidang konstruksi agar profesional, bertanggung jawab dan memiliki kode etik yang sama,” ungkap Dien.

Memiliki sertifikat GATAKI berarti individu tersebut telah teruji keahliannya, dan GATAKI berkewajiban untuk terus memantau dan membina anggotanya agar terus menjadi yang terdepan.

Lebih jauh Dien mengungkapkan, target GATAKI dan pemerintah pusat, pada tahun 2016 Tenaga ahli kontruksi di Indonesia harus mencapai 16 juta orang.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan pengurus DPD GATAKI se Indonesia termasuk Bali untuk tetap terus meningkatkan professional di bidang Kontruksi.

Lepas Ketua ASPEKNAS, Hasan Aklamasi jadi ketua GATAKI

Bertempat di Sector Bar, Inna Grand Bali Beach, dihadapan Gubernur Bali yang diwakili kepala Dinas pekerjaan Umum Provinsi Bali, Ketua DPP GATAKI Pusat, Muhammad Dien, melakukan pelantikan pengurus DPD GATAKI Bali periode lima tahun mendatang.

Pelantikan ini dihadiri puluhan undangan dan peserta perusahaan yang bergerak di jasa kontruksi. Mantan Ketua DPD ASPEKNAS periode 2008/2014, Ir. Hasan Yandi, ST.M.Sc dinobatkan secara aklamasi sebagai ketua DPD GATAKI Bali lima tahun mendatang, melalui KOngres GATAKI Bali I.

Hasan Yandi, kepada suluhnusa.com, mengungkapkan GATAKI bali hadir tidak secara dadakan. GATAKI Bali hadir tujuh tahun lalu berawal dari kesadaran para pekerja dan tenaga ahli kontruksi yang tergabung dalam ASPEKNAS untuk sebagai wadah peningkatan professional tenaga dan pelaksana jasa kontruksi di Indonesia.

Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan kualitas tenaga ahli dan pelaksana kontruksi yang tergabung sebagai anggota GATAKI Bali.

Hal ini penting karena Bali akan menjadi target tenaga kerja jasa kontruksi dari Negara lain. “Bali sebagai bagian dari pusat pariwisata dunia, akan menbjadi lahan rebutan saat AFTA 2015. untuk itu, anggita GATAKI Bali harus siap bersaing dan tidak boleh kalah,” tegas Yandi.

Lebih jauh, Yandi mengungkapkan setelah dilantik, pihaknya akan membenahi organisasi sebagai prasyarat mutlak mendaftar di LPJK. Setelah pembenaha organisasi dan peningakatan kualitas anggota, GATAKI Bali terus mengembangkan diri sebagai sebuah organisasi professional untuk membantu pembangunan di Provinsi Bali baik bersama pemerintah Provinsi, dan pemerintah Kota/kabupaten Se Bali serta pihak swasta. (sandrowangak)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *