suluhnusa.com_Setiap pagi pemandangan bak surga menyapa John De Jesus. Dia tinggal di salah satu pantai di kawasan Baucau. Pria berumur 28 tahun itu bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah bar. Air lautnya sangat jernih kita bahkan tak perlu menyelam untuk melihat pesona keindahan karang laut.
Tapi hanya 27 orang yang berkunjung ke pantai bak surga ini dalam sepekan. Dan ini tak banyak membantu John dan saudara-saudaranya yang ingin meraih pendidikan lebih tinggi.
“Ayah dan ibu saya tidak mempunyai uang untuk bisa menyekolahkan kami ke perguruan tinggi. Itulah mengapa kami mencari cara lain supaya kebutuhan keluarga bisa terpenuhi. Saya adalah anak tertua, jadi saya harus bekerja sekeras mungkin agar bisa membantu adik-adik dan apa yang keluarga butuhkan.” Timor Leste adalah salah satu negara termuda di dunia dan punya cita-cita besar untuk menyejahterakan seluruh warganya.
Timor Leste menunjukkan perkembangan yang baik dengan produksi gas dan minyak bumi, tapi masih banyak penduduknya yang hidup miskin. Pemerintah kini melirik sektor pariwisata untuk mendongkrak perekonomian negara berbekal keindahan alam yang dimiliki negeri itu.
John bergabung dalam program pemberdayaan masyarakat yang diikukti sekitar 15 orang. Program ini hendak membangun sektor kelautan yang berkelanjutan, mulai dari soal perikanan dan wisata bawah laut yang dibangun 2 tahun lalu. Kevin Austin berada di balik proyek ini. Dia adalah bekas penasihat keamanan PBB untuk Timor Leste yang memutuskan untuk tinggal saat pasukan perdamaian PBB meninggalkan negeri ini tahun lalu. Tak mudah memulai program ini. “Ada banyak kecurigaan, khususnya dari masyarakat.. mereka tidak mudah percaya. Saya rasa itu ada kaitannya dengan fakta bahwa di sini dulu salah satu pusat gerakan kemerdekaan mereka.”
Kevin mengajarkan berbagai keterampilan; mulai dari memasak sampai mengatur tur kapal wisata dan jasa pelayanan. Modal awalnya 50 juta rupiah. Itu hanya cukup untuk membangun sebuah bar kecil dan membeli alat pemanggang. Tapi kini alat pemanggang itu tak sering dipakai. Sebelum PBB angkat kaki tahun lalu, para staff dan ekspatriat kerap datang dari berbagai wilayah Timor Leste menuju ke pantai ini. Jumlah turis saat ini memang belum banyak, tapi Kevin melihat adanya peluang.
“Orang yang pernah datang ke sini, para ekspatriat, tidak pernah menghabiskan banyak uang di Timor Leste. Uangnya malah lebih banyak ke luar negeri. Beda dengan para turis yang datang karena ingin punya pengalaman tinggal bersama penduduk lokal, dan bersedia membayar untuk mendapatkannya.”
Tapi tantangan terbesar yang dihadapi adalah infrastruktur wilayah tersebut. Butuh waktu berjam-jam untuk mencapai pantai Baucau, melewati jalan berliku dan berbatu sehingga kendaraan sulit melintas. Namun pemerintah berjanji untuk membangun infrastruktur dan mempromosikan Timor Leste sebagai negara tujuan wisata.
Tahun lalu, ada sekitar 120 ribu wisatawan datang dan pemerintah berencana menaikkan jumlahnya menjadi dua kali lipat.
Menteri Negara untuk Seni dan Budaya, Maria Isabel mengatakan pemerintah memproyeksikan Timor Leste sebagai tempat wisata petualangan populer di peta dunia.
“Bukannya kami tidak menginginkan hotel berbintang 4 atau 5 tapi kami ingin menunjukkan keindahan alam negeri ini. Kalau itu yang mereka mau, merka tinggal pergi ke Bali… mereka punya segalanya di sana. Bahkan hotel berbintang 7, kalau saya tidak salah. Yang ingin kami lakukan disini adalah tempat petualangan wisata dimana wisatawan yang datang dapat berinteraksi langsung dengan penduduk lokal. Kami ingin wisatawan melihat bagaimana penduduk lokal hidup sehari-harinya.” Kata Maria Isabel.
Meski tantangan menghadang, Timor Leste menyimpan pesona keindahan alam dan berbagai potensi pariwisata lainnya menunggu untuk digali. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi berkat eksplorasi gas dan minyak bumi, banyak yang percaya kalau pemerintah bakal berhasil mewujudkan cita-cita mereka. Pakar ekonomi Bank Dunia, Hans Beck mengatakan kita perlu melihat situasiTimor Leste dalam konteks tertentu.
“Negara ini baru saja berumur 11 tahun dan mereka memulainya dari nol. Penelitian mengungkapkan dibutuhkan 15 sampai 30 tahun bagi sebuah negara yang baru saja merdeka untuk berkembang dari masa pasca konflik menjadi negara yang ekonominya stabil. Jadi apa yang Timor Leste lakukan sejauh ini adalah luar biasa.” Tapi seperti penduduk Timor lainnya, Ricardo berharap laju pembangunan bisa berjalan cepat.
“Pemerintah melakukan apa yang perlu dilakukan. Pariwisata adalah bidang yang istimewa. Mereka harus menjadikan ini sebagai tujuan terpenting. Tapi jujur saja, seperti yang kita semua tahu, Timor Leste adalah negara yang muda, jadi kami harus belajar dari negara lain yang lebih berpengalaman seperti negara tetangga, Indonesia dan khususnya Australia.”
Tapi masih banyak orang di dunia yang beranggapan kalau Timor Leste masih jadi medan perang. Contohnya, pemerintah Amerika Serikat yang masih memperingatkan warga negaranya untuk tetap waspada saat berkunjung ke Timor Leste. Jadi pertarungan terbesar yang pemerintah Timor Leste hadapi adalah mengubah cara pandang dunia terhadap negara mereka.
Ini sekedar data tentang Negara Republik Demokratik Timor-Leste adalah sebuah negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan eksklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.
Sebagai sebuah negara sempalan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Timor Timur secara resmi merdeka pada tanggal 20 Mei 2002. Ketika Timor Timur menjadi anggota PBB, mereka memutuskan untuk memakai nama Portugis “Timor-Leste” sebagai nama resmi negara mereka. Abad sejarah panjang perjalanan bangsa ini dimulai abad ke-16 kedatangan kaum Portugis; 1902: Pembagian Timor antara kaum Portugis dan Belanda secara definitive; 1975 Timor Timur ditelantarkan Portugal yang dilanda Revolusi Anyelir; 1976: Penyatuan dengan Indonesia; 1976 – 1980: Perang saudara; konon sekitar 100.000 – 250.000 orang tewas; 1991: Insiden Santa Cruz;
Dilanjutkan 1999 referendum pemisahan diri Timor Timur diizinkan presiden B. J. Habibie; 1999: Kerusuhan besar-besaran antara pro-dan anti-kemerdekaan dan pengungsian warga Timor Timur; 2002: Terbentuknya negara Timor Timur dan 2006: Sepertiga mantan tentara nasional Timor Timur memberontak menuntut keadilan; pecah konflik antara pihak polisi yang mendukung pemerintah dengan pihak militer Politik Kepala Negara Republik Timor Timur adalah seorang presiden, yang dipilih secara langsung dengan dengan masa bakti selama 5 tahun.
Meskipun fungsinya hanya seremonial saja, ia juga memiliki hak veto undang-undang. Perdana Menteri dipilih dari pemilihan multi partai dan diangkat/ditunjuk dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas. Sebagai kepala pemerintahan, Perdana Menteri mengepalai Dewan Menteri atau Kabinet.
Kabinet Pemerintahan Timor Timur: Kabinet 1975; Kabinet Pemerintah Konstitusional Pertama (Primeiro Governo Constitucional); Kabinet Pemerintah Konstitusional Kedua (Segundo Governo Constitucional); Kabinet Pemerintah Konstitusional Ketiga (Terceiro Governo Constitucional); Kabinet Pemerintah Konstitusional Keempat (Quarto Governo Constitucional) Parlemen Timor Timur hanya terdiri dari satu kamar saja dan disebut Parlamento Nacional.
Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun. Jumlah kursi di parlemen antara 52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65. Undang-Undang Dasar Timor Timur didasarkan konstitusi Portugal. Kabupaten (distrik) Timor Timur secara administratif dibagi menjadi 13 distrik: Aileu; Ainaro; Baucau; Bobonaro; Cova-Lima (Suai); Dili; Ermera; Lautem; Liquica; Manatuto; Manufahi (Same) ; Oecussi-Ambeno (Pante Makasar); Viqueque (Cabira-Oan).
Secara demografi Pada tahun 2005 penduduk Timor Timur diperkirakan berjumlah 1.040.880 jiwa. Penduduk Timor Timur merupakan campuran antara suku bangsa Melayu dan Papua. Mayoritas penduduk Timor Timur beragama Katolik (90%), diikuti Protestan (5%), Islam (3%), dan sisanya Buddha, Hindu, dan aliran kepercayaan (2%). Karena mayoritas penduduk beragama Katolik, maka kini terdapat dua keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili dan Diosis Baucau yang meliputi empat distrik bagian timur Timor-Leste.
Bahasa Sejak kemerdekaan Timor Timur pada tahun 2002, setelah sejak tahun 1999 di bawah pemerintahan transisi PBB, Timor Timur berdasarkan Konstitusi hanya mengakui dua bahasa nasional yaitu bahasa Tetum dan bahasa Portugis.
Di dalam konstitusi disebutkan dua bahasa yang dijadikan bahasa kerja yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Dalam praktek keseharian, Geografi Lokasi : Letak Timor Leste berada di Asia Tenggara, Utara Barat Australia di Kepulauan Sunda Lesser pada ujung timur nusantara Indonesia Catatan : Timor Leste meliputi separuh timur dari pulau Timor, daerah Oecussi (Ambeno) di bagian utara barat pulau Timor, dan pulau-pulau Atauro dan Jaco dengan kekayaan Alam Emas, Minyak Bumi, Gas Alam, Mangan, Biji-bijian.
Sebab Catatan Geografi Timor berasal dari bahasa melayu yang berarti timur, pulau Timor adalah bagian dari wilayah melayu dan merupakan kepulauan Sunda Lesser terbesar dan paling timur. (sandro wangak)
