LEWOLEBA – AKTIVITAS vulkanik gunung api Indonesia terus meningkat. Tercatat empat gunung erupsi bersamaan, 9 kini 2025. Dari empat gunung itu dua di antaranya di Indonesia Timur, satu di Indonesia tengah dan satu lagi di Indonesia Bagian Barat.
1. Gunung Semeru
Laporan PVMBG menyebutkan telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 09 Juni 2025 pukul 14:57 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 2 menit 16 detik.
Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level II (Waspada) sehingga direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.
“Tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar) dan waspada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan”, tulis PVMBG dalam rilis yang diterima Suluhnusa.com, 9 Juni 2025.
2. Gunung Ili Lewotolok
Sementara itu Gunung Ili Lewotolok juga dilaporkan erupsi.
‘Telah terjadi erupsi. Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 09 Juni 2025 pukul 15:24 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 2.023 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 38 detik”, tulis PVMBG dalam rilisnya bahwa letusan di sertai gemuruh lemah
Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II (Waspada).
Untuk iru masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/ wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung atau pendaki, wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran lava dari bagian barat kawah Gunung Ili Lewotolok.
3. Gunung Ibu
Sementara itu dari Maluku Utara dilaporkan teah terjadi erupsi Gunung Ibu, 09 Juni 2025 pukul 16:35 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 1.925 m di atas permukaan laut).
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi ± 42 detik. Saat ini Gunung Ibu berada pada Status Level II (Waspada)”, tulis PVMBG dalam laporannya.
PVMBG meminta agar masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 km dan perluasan sektoral berjarak 3.5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata)”, tulis PVMBG.
4. Gunung Dungkono
Satu lagi Gunung api di Indonesia Timur dilaporkan meletus.
*Telah terjadi erupsi Gunung Dukono, Maluku Utara, 09 Juni 2025 pukul 16:40 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.100 m di atas puncak (± 2.187 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 29 mm dan durasi 54.91 detik”, tegasnya.
Saat ini Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada) karena itu masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker, penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan”, rilis PVMBG, 9 Juni 2025.+++sandro.wangak/arifin/goe.t
