Endong Tirtayasa, Anak Imam Masjid Menyandang Nama Raja, Merajai Sepak Bola Flotim

SULUH NUSA, FLORES TIMUR – Tim bertabur Bintang Arsenal Terong Memastikan diri lolos ke Fase Knock Out Divisi Utama Askab PSSI Flotim setelah di Pertandingan terakhir group G mengandaskan Harapan Roll Lamawolo Dengan Skor Fantastis 4-1,  di Lapangan Gawerato, 17 Juni 2022

 

Kemenangan Ini, Arsenal memuncaki Group G dengan Poin 7 hasil dua kali kemenangan dan sekali seri. Anak asuh Suaib Suban Saman berhak menyandang Juara Group G.

 

Manager Arsenal Terong Bambang Juwamang Berjanji Akan Memboyong Patih Sari Aukoli alias Bojes Pada Babak 16 Besar. Bojes di Pastikan Bermain di Fase Knock out.

 

“Tim ini sudah sangat solid dan padu, namun lebih indah jika ada Mega Bintang, Patti Dari Aukolo di atas lapangan. Arsenal akan tampil dengan kekuatan penuh di Fase Knock Out. Target kami memenangkan Divisi Utama Askab PSSI Flotim tahun 2022. Dan itu Adalah Target Yang Realistis, ” Tulis Bambang.

Club Arsenal Terong (Foto: Istimewa)

Endong Striker Rendah Hati

Supporter bola NTT, khususnya Flotim, pastinya tidak lagi asing mendengar dan menyebut nama Endong Tirtayasa. Striker berusia 22  tahun ini pernah masuk seleksi Timnas U-19 di Jakarta pada Maret 2017 sebagai satu-satunya pemain mewakili NTT hasil pencarian coach Indra Sjafri.

 

Kendati belum berhasil mengenakan jersey Garuda Muda, kelihaian striker andalan Perseftim ini dalam menggocek si kulit bundar harus diacungi dua jempol.

 

Saat ini, pemain dengan postur tinggi dan ramping ini memperkuat kesebelasan dari desa kelahirannya, Arsenal Terong dan berhasil membawa timnya lolos ke fase knock out Divisi Utama Perseftim Flores Timur 2022.

 

Sejak Tahun 2018 silam Endong ikut andil menorehkan kemenangan bagi timnya bersama partnernya Pati Sari Aukoli salam berbagai npertandingan. Endong dikenal lincah dengan umpan-umpan lembut anak muda murah senyum ini, mampu menjadi penentu kemenangan tim yang membesarkan namanya di lapangan hijau.

 

Jika bicara kualitas bermain, pemain yang pernah mengantar tim Tunas Muda meraih Juara I Turnamen Kaka Tua Cup 2017 ini, punya segudang kelebihan.

 

Gesit menggocek bola. Berbekal pergerakan kakinya yang lincah, Endong dapat menggocek bola melewati dua tiga pemain dalam posisi yang sangat rapat dan terjepit.

 

Kelincahan Endong juga diakui oleh Jurnalis Bali Hendro Kleden.

 

“Anak ini memiliki kaki yang lincah. Dia menjadi salah satu idola di Bali United. Sayangnya dia tidak sabar untuk pulang kampung. Seandainya dia lebih sabar lagi di Bali United, Endong bisa menjadi pemain besar, ” Tulis Hendro Kleden.

 

Ditunjang pula dengan tubuhnya yang ramping membuat Endong leluasa bergerak bola, mencari celah dan cerdas bergerak tanpa bola untuk menspekulasi pergerakannya di mata lawan.

 

Tidak habis di situ, kecepatan berlarinya juga benar-benar ia maksimalkan untuk melampaui laju kejaran pemain belakang lawan. Sesekali, ia menghentikan larinya secara mendadak untuk mengamati kawan demi menggiring bola kepada kawannya atau langsung melesakkan tembakan ke gawang lawan.

 

Kekuatan tembakan kaki kanannya juga tidak bisa dipandang enteng. Dalam jarak di luar garis enam belas pun, tendangan kaki kanannya masih sanggup merobek jala lawan sekaligus mendegupkan dada para supporter. Akurasi tendangannya pun tidak bisa dipandang sebelah mata jika penjaga gawang tidak sigap menampik bola tendangannya.

Dalam hampir setiap permainan, Endong selalu mengeluarkan skill-skill bermainnya yang kerap mengundang decak kagum para penonton. Dribel bola yang seni, cara menahan bola yang cermat, serta sundulan kepalanya yang berbahaya, tidak jarang kita saksikan jika bola sudah dalam kendalinya.

 

Soal pergerakan tanpa bola, Endong ahlinya. Ia mampu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa lelah. Biarpun berada di posisi striker, Endong biasanya turun mengisi posisi lowong ditinggal gelandang sekaligus menjemput bola untuk diarahkan ke depan. Ia pun tidak segan-segan untuk sesekali membantu pertahanan tengah jika keadaan sangat mendesak.

 

Walau punya banyak kelebihan individu, Endong tidak egois bermain. Bola-bola biasa ia bagikan kepada teman-temannya bila berada pada posisi yang strategis. Gol memang jadi tujuan setiap pemain, tetapi menunjukkan permainan yang cantik kiranya juga menjadi bahan pertimbangan Endong dalam bermain secara tim di lapangan hijau.

 

Dalam keseharian, Endong adalah anak muda yang rendah hati. Di dalam maupun di luar lapangan, kerendahan hatinya begitu nampak. Kalaupun ia berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, selebrasinya tidak terlalu heboh dan mengundang kecemburuan lawan.

 

Ia juga tidak jarang menyemangati rekan-rekan setimnya dalam membangun serangan. Di luar lapangan, Endong tampak lebih banyak tersenyum dan jarang berbicara. Itu menjadi bukti ketinggian ilmu yang dimiliki oleh anak dari Imam Masjid Al-Iman Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur ini.

Endong, Jalan Terjal Menjadi Tenar

“Jelang Arsenal Cup tahun 2017 Pemain Arsenal Masuk Timnas”, tulis Bambang, Maneger Arsenal Terong.

 

Informasi lolosnya Endong Tirtayasa dalam skuad merah Putih U 19 menjadi kabar gembira bagi Seluruh pecinta sepak Bola NTT khususnya di Flores Timur.

 

Endong dipastikan lolos setelah Indra Syafri pelatih timnas mendarat di Kupang dari Bajawa. kabar tersebut sontak mengagetkan sejumlah orang karena dalam semua media yang dirilis 35 nama tahap pertama tidak ada nama Endong Tittayasa dalam skuad timnas.

 

Endong Tittayasa bukan pemain yang dilahirkan dari sebuah sekolah sepak bola yang gemilang. bukan pemain yang di lahirkan di kota dengan dukungan sarana yang memadai, tapi Endong lahir di sebuah Kampung di pesisir Adonara.

 

Kampung yang dulu dikenal dengan sebuah Kerajaan Islam terkemuka di Flotim yakni Terong.

 

Nama Endong adalah nama Raja Terong yang bersepakat melahirkan Solor Watan Lema. Talenta Endong di timpah di Lapangan Arsenal Terong.

 

Endong kecil pernah mewakili Flotim dalam Kegiatan Ordini cabang Bola. Dia kemudian terpilih mewakili NTT bermain di Surabaya bersama 11 Anak lainnya.

 

Pada seleksi Perseftim piala Gubernur 2016 di Kupang Endong Gagal Lolos karena faktor subyektif.

 

Debutnya di mulai di Lapangan Honihama pada Turnamen Pamri Cup membela klub Boca Junior asal Terong.

 

Lolos seleksi Bali United U 17 nama Endong mulai kesohor di tengah Punggawa sepak Bola. Namanya mulai muncul di sejumlah pemberitaan media seperti Pos Kupang yang melansir Judul berita ” Endong Menangkan Bali United pada Laga Perdana”.

 

Ketika seleksi Timnas di Sidoarjo namanya kembali Di Lansir Pos Kupang..” Endong Hatrick..Junaidin Gemilang “. namanya seakan menjadi penghibur bagi setiap orang yang membaca berita.

Arsenal Terong adalah klub yang melahirkan Endong hingga tenar. Ia lahir dari keturunan Imam Masjid dengan menyandang nama Raja Terong yang melewati jalan terjal menuju tenar. +++pionratuloly/sandrowangak

2 Comments

  1. Mohon maaf tanpa mengesampingkan kehebatan saudara endong tp menurut pribadi saya raja persepakbolaan flores timur yg sesungguhnya adala saudara Rahman Abubakar striker andalan dr tim PS Bon Kota Waiwerang ..
    Banyak gelar yg sdah dia dapat baik itu secara tim ataupun individu ..
    Dia juga menjadi putra adonara pertama yg bisa bermain di Liga Super Indonesia bersama salah satu tim dr kalimantan Bontang FC ..
    Kehebatan saudara Rahman Abubakar sdah diakui bukan hanya di daratan flores timur tp juga NTT secara keseluruhan ..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *