Inggrit, Wisudawati Poltekes Yang Pose Disamping Jasad Sang Nenek Sebagai Ucapan Terimakasih

SULUH NUSA, KUPANG – Kisah pilu seorang anak yatim wisuda bersamaan saat sang nenek meninggal

Momen kegembiraan dan kemeriahan atas keberhasilan kelulusan wisuda tak dirasakan oleh seorang gadis cantik yang baru saja diwisuda sebagai ahli madya Prodi Sanitasi Lingkungan Poltekes Kemenkes Kupang.

Mengapa tidak wisuda online dari rumah yang berlangsung Jumat, 22 Oktober 2021 serasa tak dirasakan hikmat kemeriahannya oleh Inggrita Deanisa Lawi.

Dengan bercucuran air mata gadis belia kelahiran Kupang, 17 Desember 1999 itu menceritakan keberhasilan sekolah hingga diwisuda tanpa seorang ayah yang meninggal saat usianya baru 3 tahun. Hingga ia diasuh dan dibesarkan oleh sang ibu Elisabet Wahon bersama kedua kakanya Iin dan Indah yang juga telah meraih sarjana.

Dengan mata berkaca Inggrita bersedia diabadikan fotonya disamping sang nenek Emelia Dokopatti yang menghembuskan napas menghadap Sang Khalik sehari sebelum Inggrita diwisuda.

Mestinya momen wisuda diarayakan oleh Inggrit bersama keluarga dan teman-teman terdekat. Namun karena bertepatan dengan berpulangnya sang nenek sehingga ia merayakannya.

“Iya baru selesai wisuda online Puji Tuhan meskipun kami keluarga besar sedang diliputi duka tetapi juga bertepan hadiah Tuhan untuk neta dan keluarga besar sehingga beta bisa diwisuda, trimkasih buat mama, oma yang baru saja pergi juga opa yang mendahului 40 hari yang lalu juga terlebih ayah handa bapak Piet Maa doakan kami semua,” ungkapnya sambil menyekah air mata.

Lebih lanjut anak ke tiga dari tiga bersaudara itu mengaku, tak ada rencana wisuda dirayakan, hanya saja ada niat makan-makan sekeluarga.

“Iya ada rencana untuk makan-makan bersama keluarga tetapi karena bertepatan dengan kepergian nenek sehingga tidak ada acara,” ungkapnya dengan mata berkaca.

Sebagaimana disaksikan Suluhnusa.com – weeklyline media network di bilangan Naikoten dua Kota Kupang, Inggrit diwisuda tanpa orangtua yang mendampinginya, mahasiswi ini berusaha tegar dan kuat karena bisa menyelesaikan studinya dengan nilai terbaik.

Bahkan menariknya ia justru usai momen itu ia minta difoto disamping jenasah omanya. Ketika ditanya, ia hanya mengatakan, sebagai ungkapan trimakasih kepada oma yang juga sudah membantu membesarkan dan mendidik selain mama. +++ t.goe/j.ger

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *