Suluh Nusa, Ile Ape – Salam sejahtera. Semoga menemui sahabat weekly dalam keadaan sehat walafiat. Dan kami berharap semua kita tetapmematuhi protocol kesehatan agar terhindar dari pandemi covid 19. Dan warga Ile Lewotolok senantiasa mengikuti rekomendasi dari petugas PVMBG karena saat ini aktivitas gunung Ili Lewotolok masih erupsi.
Sejak erupsi pembukaan 27 November 2020 dan Erupsi besar29 November 2020, ada ada sekian banyak femomena awan yang muncul di puncak Ili Lewotolok.
Ada awan yang berbentuk wajah manusia. Ada awan yang berbentuk tubuh manusia sambal menggendong bayi. Ada juga awan yang berbentu seperti ular naga dan wajah pria dewasa berjenggot.
Siang tadi, 22 Januari 2021, sekitar Pkl. 15.00 terjadi fenomena alam awan berbentuk cincin di sisi tenggara puncak Ili Lewotolok.
Warga heboh dan mengabadkannya dalam bentuk foto dan video. Ada warga juga menghubung hubungkan dengan kepercayaan lokal bahwa itu adalah mahkota ular naga.
Dilansir dari berbagai sumber fenomena awan berbentuk cincin ini, terjadi karena karena pada saat yang sama, puncak gunung ili lewotolok menghadapi terpaan angin lokal pada situasi udara yang relatif lembab dan bersuhu lebih dingin.
Awan ini terjadi akibat adanya gelombang Gunung atau Angin lapisan atas atau diatas permukaan yang cukup kuat dari suatu sisi tenggara gunung Ili Lewotolok. Awan dari suatu sisi gunung tersebut membentur dinding pegunungan sehingga menyebabkan turbulensi di sisi gunung lainnya.
Turbulensi ini mengakibatkan awan-awan bertingkat yang berputar seperti lensa.
Untuk itu masyarakat tidak berpikir aneh-aneh yang membuat resah. Fenomena alam yang demikian kerap terjadi di semua daerah, apalagi mengaitkan dengan datangnya gempa atau bencana lainnya.
Fenomena awan ini secara Meteorologi, tidak mengindikasikan fenomena lain seperti akan datangnya gempa atau bencana besar lainnya. Awan tersebut hanya mengindikasikan adanya Turbulensi dilapisan atas bukan di permukaan bumi.
Awan Lenticular dapat dilihat seperti sedang melayang-layang selama berjam-jam atau ber hari-hari jika di dukung pergerakan angin, keadaan suhu, dan kelembaban yang cukup.
Penyebab Umum Pembentukan Awan, Kebanyak awan terbentuk apabila udara basah bergerak vertikal ke atas dan kemudian mengalami pendinginan karena udara mengembang yang selanjutnya sebagian uap air berkondensasi dan membentuk awan. Beberapa gerakan vertikal yang menyebabkan pembentukan awan adalah Tubulensi mekanis (turbulensi hambat), Konveksi (turbulensi termis), Kenaikan karena Orografi, Kenaikan lambat yang luas.
Jefri Pugel, petugas PVMBG Ili Lewotolok menulis Awan lentikular (Altocumulus lenticularis) adalah awan gelombang orografik berbentuk lensa yang terbentuk ketika udara stabil dan angin bertiup melintasi di bukit dan pegunungan dari arah yang sama atau serupa dari ketinggian yang berbeda melalui troposfer (6.500 – 16.000 kaki).
Fenomena jangan dikaitkan kaitkan dengan erupsi gunung Ili Lewotolok. Demikian penjelasan terkait munculnya fenomena alam, awan berbentuk cincin di sisi tenggara ili Lewotolok, 22 Januari 2021 pkl. 15.00 wita.
Tetap jaga kesehatan. Tetap kuat. Saling membantu ditengah dunia yang sedang dilanda bencana.
(Oktavianus bali adonara/SN/weeklyline media network)
Nonton Videonya :