Suluh Nusa, Ile Ape – Pihak pemantau gunung apa (PGA), bersama BPBD Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Senin, 26 Juli 2021 memastikan fenomena uap panas yang muncul di Pinggir jalan Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape, Bersuhu 39,1 derajat celsius.
Uap panas tersebut muncul sejak 3 hari lalu, hingga Senin, 26 Juli 2021, pagi.
Amran Payong, warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape mengaku orang pertama yang melihat fenomena itu sejak 3 atau 4 hari lalu. Uap seperti orang masak air mendidih. Hanya saja dirinya tidak memperhatikan lebih detail Terkait fenomena tersebut.
Senin, 26 Juli 2021 Mansyur Segolo, warga lainnya pun turut menyaksikan fenomena tersebut dan sempat mengambil beberapa video dan foto.
“Tadi pagi sekitar jam 7 lewat, lihat berupa uap seperti air mendidih dari dalam lubang,” ungkap Segolo yang ditemui di Desa Tanjung Batu, 26 Juli 2021.
Segolo mengaku, fenomena uap itu muncul di dua titik dan tidak membuat warga panik.
“Ada dua titik. Kita baru lihat seperti biasa. Warga tidak panik, ” tandas Segolo.
Mendengar laporan tersebut pihak BPBD dan PGA Ili Lewotolok turun ke lokasi dan mengukur suhu.
Stanis Arakian, Kepala PGA Ili Lewotolok yang ditemui wartawan di Pos Pemantau menjelaskan pihaknya baru mengambil data dan belum bisa memberikan kesimpulan karena data yang diambil dikirim ke Bandung untuk dianalisa.
“Kita belum bisa menyimpulkan sumber uapnya dan juga akhbat yang muncul terkait kejadian ini. Data kita baru kirim ke Bandung,” Ungkap Arakian.
Memang, menurut Arakian, dari data pengukuran suhu di lokasi kejadian didapat suhu uap air tersebut 39,1 derajat celcius.
Dia meminta agar masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri karena pihaknya masih melakukan analisa.
Dari fakta di lapangan ditemukan uap air tersebut tidak memiliki suhu 39,1 derajat celcius, tidak ada bau belerang.
“Kesimpulan sementara ada sisa air bekas Seroja yg dipanasi oleh bebatuan dan asap keluar dari cela cela. Uap panas tidak teramati, tidak tercium bau gas belerang. Tidak teramati asap gas, saat tim ke lokasi, ” Ungkap Arakian.
Selain itu, lokasi berjarak 4 km dari puncak, jarak dari laut 20 meter. Di sekitar situ terdapat sumur tua.
Kepala Seksi pencegahan BPBD Lembata, Yohanes Paskalis Oleona dan Kabid Pencegaan dan Kesiapsiagaan, Genape Siprianus yang ditemui di lokasi meminta warga untuk tidak panik.
“Warga jangan panik. Tetap waspada ikuti arahan dari PGA berdasarkan informasi lebih lanjut, ” tutur Genape.
Permintaan untuk warga tidak panik dan membuat kesimpulan sendiri juga disampaikan oleh Oskar Ola Langobelen, Ketua BPD Desa Tanjung Batu.***(sandrowangak)
