Lahar Dingin Ili Lewotolok Landa 4 Desa, Warga Jontona Kembali Mengungsi

SULUH NUSA, LEMBATA – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Ile Ape dan Sekitarnya, di Kabupaten Lembata, NTT mengakibatkan lahar dingin mengalir dari Puncak Ile Lewotolok.

Sabtu, 13 November 2021, hujan turun dengan lebat selama satu jam sejak pkl. 10.30 sampai 12.00 wita. Puncak Ili Lewotolok yang masih erupsi juga tidak terlihat karena ditutup awan gelap sejak malam hari. Hujan turun dengan lebat di puncak Ili Lewotolok.

Kejadian ini mengakibatkan banjir lahar dingin kembali melanda sekurangnya 4 (empat) desa di Ile ape dan Ile Ape Timur.

Warga desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur pun panik. Mereka kembali mengungsi ke desa tetangga juga ke Kota Lewoleba, Ibukota Kabupaten Lembata.

Banjir lahar dingin ini bukan saja meresahkan warga tetapi juga mengakibatkan beberapa ruas jalan trans Ile Ape juga putus total.

Akses jalan di empat desa yang terputus itu yakni desa Tanjung Batu, Amakaka dan Napasabok di kecamatan Ile Ape dan Jontona di Ile Ape Timur.

Warga mengakui banjir lahar dingin terjadi akibat hujan deras yang terjadi di puncak gunung api Ile Lewotolok.

Akibat banjir lahar dingin ini pun membuat sebagian warga panik dan takut, bahkan ada yang nekat mengungsi.

Sekretaris Camat Ile Ape Timur, Frans Bedara membenarkan hal itu. Dia menjelaskan, ada beberapa akses jalan terputus. “Iya benar, salah satunya di desa Jontona, kecamatan Ile Ape Timur,” kata Frans ketika dikonfirmasi.

Frans menyebut, banjir lahar dingin itu menyebabkan akses jalan di desa Jontona terputus dan mengakibatkan puluhan mobil terjebak saat hendak lewat. “Tidak bisa lewat, ada sekitar 18 mobil terjebak,” katanya.

Saat ini sebagian besar warga desa Jontona sedang menimbun jalan yang terputus itu. Mereka berupaya agar akses transportasi dan mobilisasi barang atau orang bisa kembali lancar. “Kami lagi bakti (timbun jalan akibat banjir),” tandasnya.

Salah seoarang warga Desa Todanara, Martinus Lemau membenarkan sebagian warga Desa Jontona terpaksa mengungsi ke rumah keluarga di Desa Jontona untuk menyelamatkan diri. +++sandrowangak/sultan sabatani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *