suluhnusa.com_ Guru Kreatif Hasilkan Siswa Kreatif.
Siswa- siswi, pada Sekolah Menemngah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema, Dusun Welo Desa Painapang Kecamatan Lewolema diperkenalkan materi jurnalistik.
Materi jurnalistik dibawahkan oleh Maksimus Masan Kian, S.Pd meliputi motivasi menulis, dasardasar tentang jurnalistik, dan secara spesifik membedah tentang bagaimana menjadi wartawan sekolah dan menghidupkan mading sekolah.
Kegiatan yang bertempat di Aula SMPN 1 Lewolema Selasa, 2 September 2015 melibatkan kurang lebih 58 siswa dan 4 orang guru pendamping kegiatan ekstrakulikuler.
Maksimus Masan Kian yang juga adalah Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur dalam memaparkan materinya mengatakan, aktivitas menulis penting untuk dicintai sejak dini sebagai bekal meraih sukses dimasa yang akan datang.
“Menulis akan menjamin kesuksesanmu dimasa yang akan datang”. Majalah dinding (mading) menjadi media untuk meningkatkan kemampuan menulis dan budaya baca siswa.
Selain itu, sebagai sarana melatih kreativitas menulis dan modal penanaman gemar membaca. Mading harga mati, untuk dihidupkan pada setiap sekolah.
“Kreatif atau tidaknya siswa disekolah sangat bergantung pada ada tidaknya media yang disiapkan serta bimbingan yang tekun dari para guru,” Kata Maksi.
Lanjutnya, kreativitas siswa di sekolah dapat muncul salah satunya berawal dari aktivitas menulis. Dibanyak sekolah Majalah Dinding (Mading) yang harusnya menjadi media kreasi siswa nyatanya “mati suri”. Ruang kreativitas siswa seolah ditutup. Kreasi siswa mati, bukan karena siswa tidak kreatif, namun ruang yang tidak disiapkan.
Peserta, nampak antusias mendengarkan materi motivasi menulis dan dasar- dasar jurnalistik. Materi jurnalistik yang diberikan diantaranya memuat tentang apa itu jurnalistik, manfaat jurnalistik, bagaimana menjadi wartawan sekolah, bagaimana menuangkan ide dalam tulisan singkat, dan bagaimana teknik melakukan wawancara.
Sementara itu materi terkait majalah dinding dikupas pada bagian khusus dari awal persiapan naskah, pengumpulan naskah, rapat redaksi, pengaturan tata letak, hingga pembuatan dan publikasi.
Kepada peserta sesekali, ditayangkan juga beberapa film singkat tentang orangorang yang memiliki keterbatasan (cacat) namun karena ketekunan dan kerja kerasnya, mereka bisa meraih prestasi hingga level internasional. Menurut Maksi,tujuan dari penayangan film adalah memotivasi siswa untuk menekuni ketrampilannya hingga bisa meraih prestasi.
Selain penayangan film, kepada siswa ditampilkan juga beberapa foto, dan siswa diberikan kesempatan untuk mendeskripsikan singkat foto yang ditampilkan tersebut.
Jhon Sekoci Pembina OSIS SMPN 1 Lewolema mengatakan, sebagai sekolah baru, dari hari ke hari secara lembaga terus mengembangkan kegiatan kegiatan ekstrakurikuler untuk menampung minat dan bakat siswa.
Kepala SMPN 1 Lewolema Solirus Soda memberikan apresiasi atas ide pengenalan jurnalistik pada siswa- siswi. Bagi kepala sekolah, kegiatan pengenalan jurnalistik pada tingkat SMP, di Flores Timur adalah sebuah hal yang langkah.
“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan ini, apalagi kegiatan ini diinisiatifi oleh rekan – rekan guru di sekolah. Bagi kami, guru yang kreatif dan inovatif serta yang berpikiran maju, akan menghasilkan siswa yang cerdas dan kreatif. Ada keseimbangan antara kemampuan kognitif dan psikomotorik,” Kata Solirus.
Paskalia Ruron, salah satu peserta yang mendapatkan materi pengenalan jurnalistik mengaku senang dan bangga.
“Saya senang dan bangga bisa mendapatkan materi tentang jurnalistik. Ini merupakan pengalaman pertama. Kiranya, kami terus mendapatkan bimbingan dan pendampingan hingga kami dapat menulis,” ungkap Paskalia. (maksimus masan kian)
