Romo Kapitan Bilang; Jangan Ulangi Lagi di Pilpres

suluhnusa.com_Dan sudah waktunya, tanggung jawab itu kembali dipertanggung jawabkan. Seba itu tugas. Karena itu mengoreksi kekurangan dan kelebihan adalah wajar.

Senin, 23 Juni 2014, pukul 09.15 Wita dengan berpakaian putih hitam, sebanyak 751 pemuda dan pemudi yang telah direkrut menjadi perpanjangan tangan dari Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu Calon Legislatif yang dihelat pada 4 April silam, kembali diminta mempertanggung jawabkan tugas dan tanggung jawabnya.

Dan, sekaligus kembali menjalankan tugasnya pada 9 Juli mendatang pada perhelatan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019.

Dengan disaksikan RD. Anton Kapitan dan Pendeta Itha Djara, S.Th, satu per satu pemuda dan pemudi memasuki gedung Aula Emaus 1, Nenuk, Keuskupan Atambua, Timor Barat guna memulai rapat evaluasi tahapan Pilpres 2014 dan Bimtek Panwaslu Kabupaten Belu.

Di hadapan peserta rapat evaluasi, RD. Anton Kapitan dalam sambutannya mengatakan, “ketika terjadi kecurangan dalam Pemilu nanti, siapa yang akan memantau dan atau mengawas Panwaslu dan KPU?

“Untuk itu, saya ingatkan utamakan integritas dan moral yang baik, agar dapat bekerja dengan baik. Setahu saya, kemarin waktu Pileg 4 April silam ditemukan banyak kasus. Namun kenyataannya, Panwaslu dan KPU mendiamkannya. Media pun tidak sanggup membongkarnya untuk diketahui public,”tegasnya.

Di daerah lain di Indonesia, sangat terbuka lebar kasus Pileg kemarin. Saya tekankan utamakan integritas, agar bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik dan beradab. Setialah dengan perkara kecil, karena nanti kalian yang telah direkrut ini akan diberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi,” ucap Pastor rekan Gereja Katedral Santa Maria Immaculata Atambua yang juga merangkap sebagai Sekretaris Gerakan Pro Kehidupan (G- Prok) ini.

Hal lain dikatakan Ketua Panwaslu Kabupaten Belu, Johanes Pari. Dikatakannya, rapat evaluasi ini lebih pada kinerja anggota Panwascam ketika melakukan kegiatan di lapangan pada Pileg 4 April lalu. Sehingga untuk masuk pada bimtek, paling tidak semua peserta dapat mengetahui kekurangan dan kelebihannya.

“Evaluasi ini akan dituntut pada integritas dari semua peserta termasuk Panwaslu dan KPU. Sangat jelas apa yang dikatakan Romo Anton Kapitan tadi, bahwa siapa yang akan mengawas Panwaslu dan KPU ketika terjadi kecurangan dalam Pemilu nanti?

“Di sinilah kekritisan kita diuji. Di sinilah kinerja kita asah. Apakah kita akan bekerja dengan integritas dan moralitas yang baik atau tidak? Kita ditantang!” pesannya. (felixianus ali)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *