suluhnusa.com – …sakit memang sakit; kucoba bertahan. Dinginnya malam ini. Sedingin hati ini, mengapa ini harus terjadi..
Lantunan lagu dan syair Loela Drakel ini terdengar sayup dari dalam Bus Sinar Gemilang.
Manjakan penumpang hingga perjalanan Atambua menuju Kota Kupang yang normal ditempuh selama 8-10 jam terasa hanya 4-6 jam perjalanan.
Angkutan Kota Dalam Propinsi atau lazim disebut Bus merupakan transportasi vital bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Bagi masyakrakat Timor dan Flores, Bus adalah moda transportasi favorit.
Untuk bisa berpergian dari satu kota ke kota lain di Flores dan Timor Bus atau Angkutan Kota Antar Propinsi menjadi pilihan utama. Sebab; selain muda dijangkau; banyak angkutan dan murah; juga nyaman.
Kenyamanan ini dirasakan para penumpang karena selama perjalanan tidak diganggu dengan pengamen jalanan yang nyelonong masuk saat lampu.merah atau pedagang asongan yang masuk saat Bus berhenti.
“Nyaman sangat nyaman. Murah juga dan kita menikmati perjalanan karena busnya bersih. Ada hiasan. Dan yang paling penting adalah full musik dan hiasannya,” ungkap Magdalena Fransiska salah satu Penumpang Bus Paris Indah tujuan Atambua; kepada suluhnusa.com, 17 Juli 2015.
Musik membuat perjalanan penumpang menjadi nyaman. Bahkan dalam mobilpun dihiasi dengan berbagai aksesoris yang indah. Penumpang merasa at home-seperti berada di rumah.
Hiasan, musik dan akesoris ini bisa ditemukan pada hampir semua Bus atau angkutan kota antar propinsi yang melintas di sepanjang pulau Timor.
Untuk atambua saja, Bus yang melayani penumpang sekitar 30 buah.
Sopir Sinar Gemilang; Fernando Soares mengungkapkan Bus adalah rumahnya. Bus dianggap bukan hanya tempat mencari uang tapi lebih dari itu. Bus dianggap rumah maka dia juga harus menghias busnya seperti rumah agar penumpang merasa kerasan dan nyaman.
“Saya sebagai sopir adalah tuan rumah. Penumpang adalah tamu kehormatan yang harus merasa nyaman dan kerasan di rumah saya,” ungkap Soares.
Selain membuat penumpang kerasan, para sopir angkutan bus ini juga berlomba menghias mobil dan aksesoris musiknya. Tujuannya agar menarik penumpang.
“Karena saat sekarang banyak penumpang yang naik bus kalau ada hiasan dan musiknya. Jangan harap mereka naik kalau tidak ada musik dan hiasan mobil,” tegas Soares, pria kelahiran Viqueque- Timor Leste yang sudah 20 tahun menjadi sopir Bus Antar Kota Dalam Propinsi.
Dan apa yang dilakukan oleh Soares ini juga dilakukan oleh Sopir lain. Baik itu sopir angkutan kota, sopir Pick Up, Bus bahkan sopir Truck.
Karena hiasan mobil dan musik sudah menjadi pertimbangan utama masyarakat NTT dalam memilih moda transportasi. Harga menjadi pertimbangan kesekian.
Sebab itu tidak lengkap bila sedang berada di NTT tapi tidak plesiran dengan moda transportasi darat Bus dan Angkutan Kota.
(sandrowangak)
