suluhnusa.com_Pemilu di Bali sangat tinggi akan rawan konflik. Selain itu pengerahan massa di saat kampanye terbuka menjadi hal yang urgen untuk diawasi, terutama pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan Pemilu legislatif (Pileg) baik unsur partai maupun non partai.
“Pengamatan kami di Kesbangpol berkaca pada Pemilukada kemarin yaitu kalau sekarang kan ada 12 partai yang bertarung, yang jadi masalah prediksi partai yang dilikuidasi mau kemana mereka dan massa partai yang dilikuidasi itu kemana mereka dan mereka mau apa,” jelas Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik provinsi Bali I Gede Putu Jaya Suartama disela-sela acara Fasilitasi Koordinasi Pemilu Provinsi Bali dalam Rangka Pendidikan Politik Masyarakat, Senin 10 Maret 2014 di Denpasar.
Lanjut Suartama, mengungkapkan, jika pihaknya sudah mengawasi massa dari partai yang dilikuidasi tersebut oleh karena itu soal pengerahan massa di Pileg nanti merupakan ancaman serius untuk ditekan.
“Makanya sekarang kita sedang gencar melakukan sosialisasi termasuk mengundang unsur yang terkait seperti Ketua-ketua Partai, Ketua Panwaslu se-kabupaten/kota, Ketua KPU kabupaten/kota, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan LSM untuk apa ya untuk ini menekan rawan konflik disaat Pemilu,” imbuhnya.
Selain pengerahan massa, penghitungan suara dan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS, lalu dari PPK hingga tingkat kabupaten juga dinilai memiliki potensi pemicu konflik yang sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya telah membuat tim khusus yang berfungsi sebagai satuan petugas (satgas) pengawasan Pemilu yang bertugas untuk mengamankan jalannya Pileg nanti.
“Kita sudah bentuk itu Satgas tapi kita bentuknya kan pencegahan deteksi dini, Kesbang berfungsi intelijen sementara penegakan dan pengamanan tetap ada di Kepolisian,” pungkasnya.
Sementara itu, menanggapi adanya potensi kerawanan konflik di Bali yang sangat tinggi Gubernur Bali Made Mangku Pastika menghimbau kepada masyarakat Bali agar tetap tenang dan mengedepankan semangat saling menghargai satu sama lain.
“Kita jaga supaya tetap kondusif menghargai siapapun pihak lain kalau kita memang mau dihargai, jadi saya kira saling menghargai, menghormati dengan prinsip yang jujur, adil sesuai peraturan, saya yakin tidak terjadi apa-apa,” tegasnya.
Pastika juga berharap, KPU Bali dapat bekerjasama sama secara sinergitas dengan Panwaslu se Bali, mengingat pelaksanaan Pemilihan umum legislatif yang tinggal satu bulan lagi. Masyarakat umum juga dihimbau untuk turut serta menjaga kondusifitas wilayah masing masing, sehingga tidak terpengaruh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan dan kebersamaan.
“Pasti akan gampang terjadi gesekan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sebaiknya masing-masing individu lebih mawas diri dan tidak mudah terpancing,” pungkasnya.
Terkait potensi kerawanan di kampanye terbuka, Pastika memohon kepada masyarakat Bali baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung untuk tetap berpedoman pada semangat mulad sarira, menyama braya demi tercapainya Pemilu yang jujur, adil, tertib, aman, damai dan berbudaya. (kresia)
