suluhnusa.com_Dewasa ini sampah sudah menjadi masalah besar di kota besar. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Ada beberapa jenis sampah dalam lingkungan manusia. Diantara beberapa jenis sampah, yang paling meresahkan keberadaannya dewasa ini adalah sampah konsumsi.
Sampah konsumsi dimaksud adalah sampah yang dihasilkan oleh manusia pengguna barang. Dengan kata lain sampah yang dibuang ke tempat sampah. Sampah konsumsi terdiri dari dua golongan utama yaitu sampah organik dan non organic.
Masalah sampah menjadi serius dan meresahkan manakala manusia menyadari begitu banyak tempat yang dibutuhkan utuk menampung sampah sampah yang diproduksi berton ton setiap hari. Apalagi diantara banyak sampah tersebut terdapat sampah sampah non organic yang seperti kita tahu tidak bisa diuraikan oleh microorganisme atau sekalipun bias memerlukan waktu berjuta tahun lamanya.
Bayangkan, dalam jutaan tahun mungkin sampah telah menjadi banyak gunung baru yang disebut gunung sampah.
Dengan demikian, keberadaan sebuah bank sampah di kawasan Denpasar Utara, tepatnya di Kelurahan Peguyangan, Jalan Ahmad Yani No 453 Banjar Pulugambang, Peguyangan, Denpasar yang bernama Bank Sampah Sarana Gathi sangat mendukung program penanggulangan sampah di Kota Denpasar khususnya dengan program Kota Denpasar , menuju Denpasar Clean and Green.
Ketika ditemui suluhnusa.com 1 Februari 2013, I Made Warsa, pengelola Bank Sampah Sarana Gathi, menuturkan usahanya tersebut telah dimulai pada 12 Oktober 2012. Laki laki yang sehari-harinya juga sebagai Kelian Banjar Pulugambang memulai dengan usaha kecil kecilan. Warsa menampung sampah sampah yang kemudian dipilah dalam kelompok kertas, kardus, botol plastic, botol kaca dan logam , baik dari rumah tangga atau dari lembaga seoerti sekolah dan kantor.
Apa itu Bank Sampah ?
Bank sampah merupakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat (memanfaatkan kembali sampah non organic). Bank sampah juga merupakan salah satu media pembelajaran atau pendidikan tata kelola persampahan untuk penyelamatan dan pelestarian lingkungan. Selain itu, bank sampah juga berfungsi untuk memilih dan memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

“Usaha ini tergabung dalam Bank Sampah Kota Denpasar yang bernama Bali Wastu Lestari (semacam pengepul) yang awal pendiriannya hanya terdiri dari 11 Bank Sampah yang tersebar di Kota Denpasar. Namun saat ini sudah ada 30 buah “ jelas Warsa
.
Bekerjasama dengan PT Unilever, Bank Sampah Bali Wastu Lestari memberikan bantuan kepada bank sampah dibawah naungannya yang berupa sarana dan prasarana diantaranya timbangan dan beberapa perlengkapan meja dan alat tulis. Selain itu juga pembinaan administrasi oleh PT Unilever dengan diadakan kunjungan setiap bulan sekali.
Dari usaha yang merupakan usaha keluargaini, ternyata hasilnya cukup menggiurkan . Rata – rata omset pembelian maupun pejualan perbulan bisa mencapai enam juta rupiah. Sebuah angka yang fantastis dari sampah, yang notabene adalah barang tidak terpakai.
Warsa melakoni pekerjaan ini dengan senang hati. Sesuai dengan makna dari nama bank sampah yang dikelolanya, Sarana Gathi, yang berarti pekerjaan untuk Tuhan dimana apa yang dilakukan bukan semata mata untuk kepentingan mendapatkan keuntungan secara material tetapi lebih dari itu adalah sebuah kepuasan dapat menjadi bagian dari rasa menyayangi ibu pertiwi.
Terlebih saat ini mulai bulan Januari sampai Pebruari , Kelurahan Peguyangan juga mengadakan lomba Sampah untuk sekolah sekolah di wilayah Kelurahan Peguyanga, dengan criteria penilaian besarnya tabungan bank sampah dalam dua bulan tersebut. Hal ini sangat baik bagi siswa sekolah dasar khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk memotivasi prilaku mengelola sampah sejak dini.
Warsa mengharapkan masyarakat mulai memiliki rasa peduli pada lingkungan utamanya sekali peduli pada kebersihan sesuai dengan slogan SAVE OUR PLANET, jaga planet kita. Mari tingkatkan kesadaran untuk mulai memilah sampah di rumah tangga masing masing. Daripada dibuang begitu saja lebih baik dipilah dan dijual di bank sampah. Selain menghasilkan secara ekonomis juga ikut menjaga lingkungan alam dari kerusakan oleh sampah non organic. Mari konsumsi sampah..!(luh dias)
